KITAINDONESIASATU.COM – Komunitas Bapak Senggang Indonesia (BSI) menggelar touring perdana ke kawasan Ciwidey dan Pangalengan, Bandung Selatan, pada 17–18 Oktober 2026. Kegiatan yang diikuti 160 peserta dari berbagai koordinator wilayah (Korwil) se-Jabodetabekjur ini menjadi ajang mempererat solidaritas, menyegarkan pikiran, sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial.
Mengusung semangat kebersamaan, touring ini tidak sekadar menjadi aktivitas menyalurkan hobi berkendara sepeda motor. Bagi BSI, perjalanan bersama juga merupakan ruang bagi para bapak untuk melepas penat dari rutinitas pekerjaan dan tanggung jawab keluarga, sekaligus membangun hubungan pertemanan yang positif.
Ketua Umum Komunitas BSI, Dhika Kamal, mengatakan bahwa para kepala keluarga juga membutuhkan waktu untuk beristirahat sejenak dan mengisi kembali energi positif agar dapat menjalankan peran mereka secara optimal.
Menurutnya, kegiatan komunitas yang positif dapat menjadi salah satu cara untuk menjaga keseimbangan antara kehidupan pribadi, pekerjaan, dan keluarga.
“Melalui perjalanan ke Ciwidey dan Pangalengan ini, kami tidak hanya menikmati indahnya alam Bandung Selatan, tetapi juga saling mengisi energi positif. Perjalanan singkat seperti ini membuat pikiran kembali segar, sehingga saat pulang ke rumah, kami bisa kembali menjalankan peran sebagai bapak dan suami dengan lebih bahagia,” ujar Dhika.
Touring BSI Jelajahi Keindahan Ciwidey dan Pangalengan
Rombongan touring perdana BSI memulai perjalanan dari Sport Centre Kota Wisata Cibubur. Para peserta kemudian melintasi sejumlah jalur menuju kawasan Bandung Selatan.
Dalam perjalanan, rombongan singgah di kawasan Ciranjang, Cianjur, untuk menikmati sate maranggi sebelum melanjutkan perjalanan menuju Ciwidey dan Pangalengan.
Udara sejuk, hamparan perkebunan teh, serta panorama pegunungan menjadi bagian dari pengalaman yang dinikmati para peserta. Suasana tersebut memberikan kesempatan bagi anggota komunitas untuk melepas penat sekaligus mempererat keakraban selama perjalanan.
Meski mengusung konsep touring santai, keselamatan berkendara tetap menjadi perhatian utama. Para peserta mengedepankan ketertiban di jalan, menjaga jarak antarkendaraan, serta menghindari perilaku berkendara yang membahayakan.
Prinsip tersebut menjadi bagian penting dalam membangun budaya touring yang aman dan bertanggung jawab.
Touring BSI Diisi Aksi Sosial di Ciwidey
Tidak hanya berorientasi pada rekreasi, touring perdana BSI juga diisi dengan kegiatan sosial berupa makan siang bersama siswa-siswi pesantren yatim piatu di wilayah Ciwidey.
Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian komunitas terhadap masyarakat sekitar. Melalui agenda ini, BSI ingin menunjukkan bahwa kebersamaan tidak hanya terwujud melalui hubungan antaranggotanya, tetapi juga melalui tindakan nyata yang memberikan manfaat bagi orang lain.
Makan siang bersama tersebut sekaligus menjadi momentum untuk berbagi kebahagiaan dan memperluas makna silaturahmi.
Bagi BSI, kegiatan sosial merupakan bagian dari upaya membangun komunitas yang tidak hanya aktif dalam kegiatan hobi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosial.
BSI Bangun Ruang Pertemanan Positif bagi Para Bapak
Komunitas Bapak Senggang Indonesia dibentuk pada 12 September 2026 melalui pertemuan perdana di Cafe Aero Terrace, Saharjo, Jakarta Selatan.
Sejak awal pembentukannya, BSI mengusung tiga kegiatan utama, yaitu kumpul santai, makan bersama, dan berkendara bersama.
Komunitas ini terbuka bagi para bapak dari berbagai profesi dan latar belakang. Keanggotaan BSI juga tidak membedakan jenis maupun kapasitas sepeda motor yang digunakan para anggotanya.
Konsep tersebut memberikan kesempatan bagi para bapak untuk membangun pertemanan, memperluas jaringan sosial, serta menikmati kegiatan bersama dalam suasana yang santai dan inklusif.
Ke depan, BSI berencana mengembangkan sejumlah agenda, mulai dari touring rutin, kegiatan sosial, tur keliling kota, hingga aktivitas yang melibatkan keluarga.
Melalui berbagai program tersebut, BSI ingin menghadirkan ruang kebersamaan yang positif bagi para kepala keluarga. Dengan demikian, para anggota dapat memiliki waktu untuk diri sendiri dan bersosialisasi tanpa mengabaikan tanggung jawab terhadap keluarga.
Touring perdana ke Ciwidey dan Pangalengan menjadi langkah awal bagi BSI untuk memperkuat solidaritas anggota sekaligus menanamkan semangat berbagi kepada masyarakat.
Lebih dari sekadar perjalanan, kegiatan ini membawa pesan bahwa kebersamaan, keseimbangan hidup, keselamatan berkendara, dan kepedulian sosial dapat berjalan beriringan dalam sebuah komunitas.






