KITAINDONESIASATU.COM – Kabar China menghentikan sementara ekspor bahan bakar minyak (BBM) ke sejumlah negara sempat memunculkan pertanyaan soal kondisi pasokan energi Indonesia.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan hingga saat ini Indonesia tidak melakukan impor BBM secara langsung dari China. Pemerintah juga menyebut pasokan BBM maupun minyak mentah (crude) untuk kebutuhan dalam negeri masih dalam kondisi aman.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman menegaskan, belum ada persoalan terkait pasokan impor BBM dan minyak mentah Indonesia.
“Kita mendatangkan crude maupun BBM masih aman. Enggak ada (impor dari China),” kata Laode saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (1/10).
Pernyataan tersebut disampaikan untuk merespons informasi mengenai kebijakan China yang dikabarkan menutup sementara ekspor BBM.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya menjelaskan bahwa Indonesia memperoleh sebagian besar pasokan BBM impor dari kawasan Asia Tenggara.
Lebih dari separuh pasokan tersebut berasal dari Singapura, sedangkan sekitar 30 persen berasal dari Malaysia.
Namun, muncul pertanyaan lain apabila negara-negara tersebut mendapatkan produk BBM dari China sebelum memasoknya ke Indonesia.
Menanggapi hal itu, Laode mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan rantai pasokan tersebut.
“Itu saya coba tanya Pertamina. Pertamina yang tahu persis kalau masalah itu. Tetapi kalau yang sejauh ini, Indonesia enggak dari sana langsung,” ujar Laode.
Sebelumnya, Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri menyampaikan, bahwa sumber pasokan energi Indonesia selama ini berasal dari sejumlah kawasan, mulai dari Timur Tengah, Afrika hingga Amerika Serikat.
Namun, meningkatnya konflik geopolitik di Timur Tengah yang berdampak pada terganggunya jalur pelayaran di Selat Hormuz membuat Pertamina harus mencari alternatif sumber impor.
Pemerintah kemudian memastikan kebutuhan BBM Indonesia tetap dijaga melalui diversifikasi sumber pasokan. Bahlil menyebut impor BBM Indonesia saat ini berasal dari Afrika, Amerika Selatan dan Asia Tenggara.
Di sisi lain, kebutuhan solar nasional disebut sudah semakin mampu dipenuhi dari produksi dalam negeri. Kondisi tersebut didukung oleh implementasi program pencampuran biodiesel serta beroperasinya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan.
Saat ini, jenis BBM yang masih banyak didatangkan dari luar negeri adalah bensin. Pasokan tersebut antara lain berasal dari Malaysia dan Singapura.
Pemerintah pun mendorong pengembangan kilang di dalam negeri agar ketergantungan terhadap impor BBM dapat terus ditekan. (*)





