KITAINDONESIASATU.COM – Jumlah peserta yang akan mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 jenjang SMA, SMK, MA, dan sederajat mencatat lonjakan dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya.
Hingga pendaftaran ditutup pada 27 September 2026, tercatat sebanyak 4.215.314 murid masuk sebagai calon peserta TKA 2026.
Angka tersebut meningkat sekitar 345.790 murid atau 9,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat 3.518.167 peserta.
Kepala Badan Kebijakan dan Pengembangan Mutu Pendidikan (BKPDM), Toni Toharudin mengatakan, peningkatan tersebut menunjukkan semakin luasnya partisipasi satuan pendidikan dan peserta didik dalam pelaksanaan TKA.
“Tahun ini jumlah calon pendaftar TKA meningkat hampir 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Toni dalam keterangan tertulis, Kamis (1/10/2026).
Namun, jumlah tersebut masih berpotensi bertambah. Kemendikdasmen bersama pemerintah daerah dan satuan pendidikan masih melakukan pemutakhiran sekaligus penyelesaian data residu.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan data calon peserta benar-benar lengkap dan sesuai sebelum ujian dimulai.
Setelah tahapan pendaftaran selesai, pemerintah kini mengalihkan perhatian pada persiapan teknis pelaksanaan TKA.
Kemendikdasmen menjadwalkan TKA 2026 berlangsung mulai 26 Oktober hingga 8 November 2026.
Persiapan mencakup kesiapan sekolah, infrastruktur, sistem pelaksanaan, serta koordinasi dengan pemerintah daerah, kantor wilayah Kementerian Agama, perguruan tinggi negeri, dan berbagai pihak terkait.
Pemerintah juga memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah, sekolah, guru, orang tua, serta peserta didik yang telah mendukung proses pendaftaran.
Bukan Penentu Kelulusan
Di tengah persiapan ujian, Kemendikdasmen kembali menegaskan bahwa TKA bukanlah penentu kelulusan siswa.
TKA dirancang untuk memberikan gambaran mengenai capaian kemampuan akademik peserta didik. Hasilnya dapat menjadi salah satu informasi yang digunakan untuk melihat kesiapan siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, mendukung proses penerimaan murid baru, serta menjadi bahan bagi pemangku kepentingan dalam peningkatan mutu pembelajaran.
Dengan demikian, hasil TKA tidak menggantikan penilaian yang dilakukan oleh masing-masing satuan pendidikan.
Menjelang ujian, peserta didik diminta mempersiapkan diri dengan belajar secara sungguh-sungguh namun tetap wajar. Siswa juga diingatkan menjaga kondisi kesehatan agar dapat mengikuti asesmen dengan baik.
Sementara itu, sekolah diharapkan memastikan seluruh kebutuhan teknis siap sekaligus memberikan pendampingan kepada siswa agar pelaksanaan TKA 2026 berjalan tertib dan lancar. (*)





