KITAINDONESIASATU.COM – Struktur kepengurusan baru Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) untuk masa khidmah 2026-2031 akhirnya lengkap. Dari total 210 nama yang masuk dalam jajaran kepengurusan, terdapat sosok ulama yang selama ini dikenal luas di kalangan nahdliyin, KH Bahauddin Nur Salim atau Gus Baha.
Gus Baha kini mendapat posisi strategis di jajaran Syuriyah PBNU. Ia dipercaya menjadi salah satu Wakil Rais Aam PBNU, mendampingi KH Miftachul Akhyar yang berada di posisi Rais Aam.
Gus Baha tidak sendiri. Dalam struktur tersebut, posisi Wakil Rais Aam juga ditempati KH Nurul Huda Jazuli, KH Anwar Iskandar, KH Afifuddin Muhajir, dan KH Muhammad Musthofa Aqiel Sirodj.
Susunan tersebut dibacakan Katib Aam PBNU Prof Mohammad Nuh di Gedung PBNU, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu malam, 30 September 2026. Pembacaan struktur kepengurusan itu juga disiarkan melalui kanal YouTube TVNU.
Masuknya Gus Baha ke jajaran Wakil Rais Aam menempatkannya dalam struktur Syuriyah, yang merupakan unsur pimpinan tertinggi di lingkungan Nahdlatul Ulama.
37 Nama Mengisi Jajaran Syuriyah
Dalam struktur PBNU 2026-2031, jajaran Syuriyah terdiri dari 37 orang. Enam di antaranya menempati posisi Rais Aam dan Wakil Rais Aam, sementara 31 lainnya menjabat sebagai Rais.
Syuriyah memiliki peran penting dalam kehidupan organisasi NU. Berdasarkan Anggaran Dasar Nahdlatul Ulama, Syuriyah bertugas membina sekaligus mengawasi pelaksanaan keputusan organisasi sesuai tingkatannya.
Dengan posisi tersebut, Gus Baha bersama jajaran Syuriyah akan menjalankan fungsi kepemimpinan keagamaan dan organisasi dalam PBNU untuk periode lima tahun mendatang.
Nama Gus Baha sendiri sudah lama dikenal publik melalui kajian-kajian keislaman yang kerap membahas persoalan agama dan kehidupan sehari-hari dengan bahasa yang mudah dipahami.
Kini, kiprahnya memasuki babak baru setelah resmi masuk dalam jajaran pimpinan Syuriyah PBNU masa khidmah 2026-2031. (*)





