KITAINDONESIASATU.COM – Dunia catur kembali mencatat sejarah setelah Bodhana Sivanandan, siswi asal London berusia 11 tahun, menjadi grandmaster wanita termuda sepanjang masa.
Rekor tersebut dicetak saat dirinya membela Inggris dalam Olimpiade Catur ke-46 yang berlangsung di Samarkand, Uzbekistan.
Prestasi itu melanjutkan rangkaian pencapaian Sivanandan yang sebelumnya juga mencatat sejumlah rekor di dunia catur Inggris.
Ia pernah menjadi juara catur wanita termuda di Inggris serta menjadi wakil termuda Inggris dalam turnamen internasional dari berbagai cabang olahraga.
Olimpiade Catur 2026 menjadi partisipasi kedua Sivanandan dalam ajang tersebut. Di tengah usianya yang masih sangat muda, ia mampu bersaing di panggung internasional dan mencapai gelar bergengsi dalam olahraga yang membutuhkan kemampuan strategi serta konsentrasi tinggi.
Siswi Tersebut Belajar Catur dari Masa Pandemi hingga Pecahkan Rekor
Perjalanan Sivanandan di dunia catur dimulai ketika pandemi COVID-19 memicu lockdown. Ia mempelajari permainan tersebut secara autodidak, meski kedua orang tuanya yang merupakan lulusan teknik tidak memiliki latar belakang sebagai pemain catur.
Turnamen pertamanya berlangsung di Harrow Chess Club pada Juli 2021. Setahun kemudian, ketika masih berusia tujuh tahun, ia mencatat prestasi dengan memenangkan 24 pertandingan di European Schools Championship.
Pada 2023, Sivanandan kembali menarik perhatian setelah menjadi pemain termuda yang mampu bermain imbang melawan seorang grandmaster. Ia kemudian mencatat kemenangan atas grandmaster Pete Wells pada 2025 ketika usianya baru 10 tahun lima bulan.
Perjalanan tersebut berlanjut pada Juli 2026 ketika Sivanandan memperoleh norma International Master (IM) pertamanya dalam Dole Open di Prancis. Dalam turnamen itu, ia juga mengalahkan grandmaster Marc’Andria Maurizzi yang memiliki rating lebih dari 2600 dalam catur klasik.




