KITAINDONESIASATU.COM – Gemerlap dunia hiburan sering membuat kehidupan artis terlihat serba berkecukupan. Rumah, mobil, perhiasan, barang bermerek hingga koleksi mahal kerap menjadi bagian dari citra yang melekat pada seorang selebritas.
Namun, popularitas ternyata tidak selalu berbanding lurus dengan kondisi keuangan.
Sejumlah artis Indonesia pernah berada dalam situasi ketika pemasukan menurun atau kebutuhan hidup meningkat. Barang yang sebelumnya dibeli dari hasil kerja keras akhirnya harus dilepas.
Bukan untuk mengejar gaya hidup, melainkan untuk bertahan.
Kisah mereka juga memperlihatkan bahwa di balik panggung dan kamera, artis tetap menghadapi persoalan ekonomi seperti orang kebanyakan.
1. Mita The Virgin, gitar dan kos-kosan ikut dijual
Nama Mita The Virgin dikenal sebagai gitaris sekaligus salah satu personel duo The Virgin.
Ketika pandemi Covid-19 menghantam industri hiburan, jadwal manggung Mita praktis ikut terdampak. Tawaran pekerjaan yang semula menjadi sumber pemasukan mendadak berkurang bahkan batal.
Dalam wawancara dengan awak media pada 2021, Mita mengungkapkan bahwa dirinya terpaksa menjual sejumlah aset untuk memenuhi kebutuhan.
Bukan hanya gitar, tetapi juga kos-kosan yang selama bertahun-tahun menjadi bagian dari investasinya.
Mita menyebut dua hingga tiga gitar, termasuk gitar jenis PRS, ikut dilepas. Dari tujuh gitar miliknya yang berharga, saat itu tersisa empat.
Barang-barang tersebut sebelumnya dikumpulkan selama lebih dari satu dekade berkarier.
2. Aris Idol, mobil dan motor habis terjual
Jebolan Indonesian Idol, Aris Idol, juga pernah mengalami masa sulit ketika pandemi membuat pekerjaan manggung nyaris tidak ada.
Dalam pemberitaan pada 2021, Aris mengungkapkan bahwa mobil dan motornya sudah terjual. Bahkan, tanah miliknya juga sempat dipertimbangkan untuk dijual.
Keputusan tersebut diambil setelah dirinya kehilangan banyak tawaran manggung selama pandemi.
Bagi seorang musisi yang pemasukan utamanya bergantung pada panggung, hilangnya pekerjaan dalam waktu panjang tentu berdampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari.
3. Nassar menjual perhiasan yang jarang dipakai
Pedangdut Nassar juga pernah merasakan dampak turunnya pekerjaan selama pandemi.
Meski tetap muncul di layar televisi, pemasukan dari pekerjaan hiburan disebut mengalami penurunan.
Nassar kemudian memilih menjual sejumlah perhiasan yang sudah jarang digunakannya.
Barang yang sebelumnya hanya menjadi koleksi akhirnya berubah menjadi sumber dana untuk memenuhi kebutuhan hidup.
4. Ryan d’Masiv melepas dua rumah
Kisah Ryan d’Masiv menunjukkan bahwa aset bernilai besar pun bisa menjadi pilihan ketika kondisi ekonomi berubah.
Pandemi membuat jadwal konser dan manggung d’Masiv berkurang drastis. Dalam pemberitaan, Ryan disebut sampai menjual dua rumahnya yang berada di kawasan Jagakarsa dan Kemang, Jakarta Selatan.
Rumah yang selama ini menjadi aset akhirnya harus dilepas ketika industri pertunjukan sedang menghadapi masa sulit.
5. Talitha Curtis jual motor dan HP
Bintang sinetron dan FTV tersebut pernah mengaku mengalami masa ketika dirinya tidak mendapatkan pekerjaan. Dalam kondisi tersebut, ia memilih menjual motor dan telepon genggam yang dimilikinya untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.
Talitha bahkan mengatakan uang yang dimiliki harus diatur agar bisa mencukupi kebutuhan selama sebulan.
Setelah itu, ia mencoba mencari pemasukan lain dengan berjualan risol dan rice bowl.
Perjalanan tersebut kemudian menjadi bagian dari upayanya untuk kembali bangkit hingga akhirnya mendapatkan pekerjaan syuting lagi.
6. Yusuf Surya, aset Rp600 juta jadi ‘celengan’ keluarga
Pemeran Bang Jaka dalam sinetron Jinny Oh Jinny, Yusuf Surya, juga pernah menjual aset yang dikumpulkannya selama bertahun-tahun.
Yusuf mengatakan aset tersebut berasal dari hasil kerja kerasnya selama sekitar sembilan tahun bermain sinetron.
Ketika pandemi berakhir dan kebutuhan keluarga tetap berjalan, termasuk biaya kuliah anaknya, ia akhirnya menjual sebagian aset tersebut.
Nilainya mencapai sekitar Rp600 juta. Menariknya, Yusuf tidak menganggap keputusan itu sebagai sesuatu yang harus disesali.
Baginya, aset memang dikumpulkan untuk menjadi pegangan ketika keluarga membutuhkan.
Ia juga masih memiliki sejumlah aset lain seperti rumah, kontrakan dan tanah. (*)




