KITAINDONESIASATU.COM – Kebakaran masih menjadi salah satu persoalan yang membayangi Jakarta sepanjang 2026. Data Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta mencatat 1.216 kejadian kebakaran sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
Angka tersebut belum termasuk sejumlah kebakaran yang terjadi pada September 2026. Salah satu kejadian terbaru terjadi di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, pada Selasa (22/9/2026) malam.
Kebakaran di Jalan Teuku Nyak Arif, RT 05/01, Kelurahan Kebayoran Lama Utara, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, menghanguskan 18 rumah tinggal dan empat tempat usaha.
Sebanyak 150 jiwa terdampak akibat peristiwa tersebut. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dalam kebakaran tersebut.
Kerugian akibat kebakaran itu ditaksir mencapai Rp1,2 miliar. Api membakar bangunan di atas lahan seluas sekitar 1.205 meter persegi.
Penyebab sementara kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik di salah satu rumah.
1.216 Kebakaran hingga Agustus
Sebelum kebakaran Kebayoran Lama terjadi, Gulkarmat DKI mencatat 1.216 kejadian kebakaran sepanjang Januari hingga Agustus 2026.
Jumlah kebakaran mengalami peningkatan sejak pertengahan tahun. Pada Januari tercatat 129 kejadian, kemudian 93 kejadian pada Februari, 126 kejadian pada Maret, 132 kejadian pada April, dan 138 kejadian pada Mei.
Memasuki Juni, tercatat 141 kejadian. Jumlahnya kemudian melonjak menjadi 217 kejadian pada Juli dan kembali meningkat menjadi 240 kejadian pada Agustus.
Agustus menjadi bulan dengan jumlah kebakaran tertinggi selama periode JanuariāAgustus 2026.
Jakarta Barat mencatat jumlah kejadian terbanyak dengan 368 kasus atau sekitar 30,26 persen dari total kejadian. Berikutnya Jakarta Timur 299 kasus, Jakarta Selatan 252 kasus, Jakarta Utara 163 kasus, dan Jakarta Pusat 134 kasus.
Listrik Jadi Dugaan Penyebab Terbanyak
Dari sisi penyebab, faktor listrik menjadi yang paling banyak tercatat dalam data Gulkarmat DKI.
Sebanyak 649 kejadian atau 53,37 persen dari total kebakaran JanuariāAgustus 2026 diduga berkaitan dengan listrik.
Penyebab lainnya antara lain pembakaran sampah sebanyak 171 kejadian, gas 103 kejadian, faktor lain 100 kejadian, kelalaian manusia 88 kejadian, penyalaan sendiri 48 kejadian, rokok 46 kejadian, serta penyalaan kembali 11 kejadian.
Jakarta Masih Waspada Kebakaran
Tingginya angka kebakaran juga terjadi ketika Jakarta menghadapi periode musim kemarau. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebelumnya mencatat 457 kejadian kebakaran sepanjang Juli hingga Agustus 2026.
Dari jumlah tersebut, 240 kejadian terjadi pada Agustus. Dugaan penyebab terbanyak pada periode tersebut adalah faktor listrik dengan 169 kejadian, sedangkan objek yang paling banyak terbakar adalah sampah dengan 122 kejadian. (*)





