Berita UtamaNews

Ini Sosok KH Hasan Pimpinan Gontor, Pidatonya Viral saat Bicara di Hadapan Prabowo

×

Ini Sosok KH Hasan Pimpinan Gontor, Pidatonya Viral saat Bicara di Hadapan Prabowo

Sebarkan artikel ini
Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH. Hasan Abdullah Sahal.
Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH. Hasan Abdullah Sahal. (Tangkapan Layar YouTube)

KITAINDONESIASATU.COM – Sosok KH Hasan Abdullah Sahal menjadi perhatian setelah pidatonya dalam Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu (19/9/2026).

Kiai Hasan, sapaan akrab KH Hasan Abdullah Sahal, merupakan salah satu Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor. Ia menyampaikan sambutan di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan para tamu undangan dalam momentum satu abad perjalanan Gontor.

Pidatonya menarik perhatian karena tidak hanya berisi pesan mengenai perjalanan pendidikan Gontor, tetapi juga diselingi guyonan yang mengundang senyum dan tawa para hadirin.

Salah satu bagian yang menjadi sorotan adalah ketika KH Hasan menyinggung kedatangan Presiden Prabowo ke Gontor.

“Andai kata Pak Prabowo hari ini enggak datang, nah ini muka saya taruh di mana? Akhirnya saya harus cari muka. Sekarang banyak orang yang cari muka,” ujar Kiai Hasan dalam pidatonya dikutip dari kanal YouTube BeritaSatu, Sabtu (20/9/2026).

Ia kemudian melanjutkan guyonannya dengan menyebut sejumlah hal yang kerap dicari seseorang.

“Orang enggak punya ijazah cari ijazah. Orang enggak punya nama cari nama. Orang enggak punya uang cari uang. Orang enggak punya jabatan cari jabatan. Orang enggak punya muka cari muka,” katanya.

Di balik guyonan tersebut, KH Hasan juga menyampaikan pesan mengenai sejarah dan masa depan Gontor.

Ia mengingatkan agar sejarah tidak hanya dipelajari, tetapi juga dijadikan bahan untuk membangun masa depan. Menurutnya, Gontor tidak ingin berhenti sebagai bagian dari sejarah, tetapi terus berperan dalam membangun peradaban.

“Bergurulah pada sejarah. Gontor tidak puas. Cerdaslah menyikapi sejarah, karena kita akan membangun sejarah,” ujarnya.

Profil KH Hasan Abdullah Sahal

KH Hasan Abdullah Sahal lahir di Gontor, Ponorogo, pada 24 Mei 1947. Ia merupakan putra KH Ahmad Sahal, salah satu Trimurti pendiri Pondok Modern Darussalam Gontor.

Perjalanan pendidikannya banyak ditempuh di lingkungan Gontor. Setelah menyelesaikan pendidikan di Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI), ia melanjutkan studi ke Universitas Islam Madinah dan kemudian memperdalam bidang hadis di Universitas Al-Azhar, Mesir.

KH Hasan Abdullah Sahal telah menjadi salah satu Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor sejak 1985. Selain menjalankan peran kepemimpinan di Gontor, ia juga terlibat dalam pengembangan sejumlah lembaga pendidikan.

Ia antara lain tercatat sebagai salah satu pendiri Pondok Pesantren Putri Al-Mawaddah di Coper, Jetis, Ponorogo, serta pendiri dan pengasuh Pondok Tahfidz Qur’an Al-Muqoddasah.

Buku Gontor untuk Indonesia Diserahkan kepada Prabowo

Dalam kesempatan tersebut, KH Hasan Abdullah Sahal juga menyerahkan buku “Gontor untuk Indonesia” kepada Presiden Prabowo.

Buku tersebut mendokumentasikan perjalanan, peran, serta kiprah alumni Gontor dalam berbagai bidang pengabdian kepada bangsa dan negara. Sementara Mushaf Al-Qur’an Gontor diserahkan kepada Presiden oleh Pimpinan PMDG KH Akrim Mariyat.

KH Hasan menjelaskan bahwa Mushaf Al-Qur’an Gontor melibatkan santri dan ustaz Gontor, mulai dari proses penulisan hingga penerbitan dan pencetakan.

“Dicetak santri Gontor, diterbitkan di percetakan Gontor, dibagikan pada anak-anak Gontor, dan dihadiahkan kepada Bapak dan pada umat Islam,” ujarnya.

Momentum tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan 100 tahun Gontor yang berlangsung pada 18–20 September 2026. Resepsi kesyukuran pada 19 September menjadi salah satu agenda utama sebelum rangkaian dilanjutkan dengan Reuni Akbar alumni. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *