BisnisNews

Potensi Ekowisata Mangrove Gunung Anyar Surabaya

×

Potensi Ekowisata Mangrove Gunung Anyar Surabaya

Sebarkan artikel ini
MANGROVE GUNUNG ANYAR
Suasana Mangrove Gunung Anyar Surabaya di ambil dari atas menara. foto: dodohawe/ kitaindonesiasatu

KITAINDONESIASATU.COM – Pemkot Surabaya turus mempromosikan destinasi ekowisata Mangrove Gunung Anyar sebagai alternatif wisata berkelanjutan.

Mahasiswa Prodi Pariwisata PUPN Veteran Jawa Timur belum lama ini melakukan analisis SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman tempat ekowisata di Kota Surabaya di pesisir pantai ini.

Seperti kita ketahui Mangrove Gunung Anyar terletak di Jalan Medokan Sawah Timur Segoro Tambak Sedati dan Medokan Ayu, Kecamatan Rungkut, Surabaya.

Mangrove Gunung Anyar ini dikembangkan sejak Wali Kota Tri Rismaharini hingga sekarang yang dikenal dengan keindahan alam, serta beragam ekosistem mangrove yang kaya cocok untuk wisata edukasi.

Selan menawarkan sebagai tempat rekreasi, destinasi ini juga menawarkan lingkungan yang hijau, sejuk dan bersih yang sekaligus berfungsi sebagai habitat bagi berbagai spesies flora dan fauna.

Banyak yang bisa dilakukan di lokasi ini, selain untuk berolahraga, ekowisata, fotografi hingga edikasi tentang lingkungan hutan mangrove.

Baca Juga  Medical Check-Up Acil Odah dan Muhidin Dipantau Langsung KPU RI

Menurut laporan yang disusun Dharma Samudra dan rekan-rekannya, kawasan ini memiliki potensi cukup besar untuk menarik wisatawan yang tertarik pada keindahan alam dan pelestarian lingkungan hidup.

Dari hasil analisis para mahasiswa itu ditemukan beberapa kekuatan Ekowisata Mangrove Gunung Anyar antara lain keberagaman hayati yang Tinggi.

Dimana ekosistem mangrove di Gunung Anyar kaya akan flora dan fauna, menjadikannya habitat penting bagi banyak spesies.

Selain itu lokasi yang dekat dengan pusat kota memudahkan pengunjung untuk mengakses kawasan ini, memungkinan datangnya wisatawan yang lebih banyak.

Kawasan Mangrove Gunung Anyar memiliki potensi edukasi dan pengembangan ekowisata.

Kawasan ini menawarkan peluang besar sebagai pusat edukasi lingkungan bagi pelajar dan masyarakat umum.

Namun, sayangnya akses menuju kawasan ini belum tergarap dengan baik menjadi kekurangan untuk berwisata ke kawasan ini.

Baca Juga  Jajan Jeli Pelajar SD Srengat Perutnya Mual Masuk Rumah Saki

Pembangunan infrastruktur yang belum memadai dan kurangnya promosi menjadi hambatan dalam menarik lebih banyak pengunjung.

Di sisi lain, dari hasil analisis itu, terdapat peluang yang cukup menjanjikan, Meningkatnya minat masyarakat terhadap ekowisata dan potensi kemitraan dengan lembaga pendidikan untuk program pelestarian dapat dimanfaatkan untuk pengembangan lebih lanjut.

Para mahasiswa juga melihat adanya jumlah masyarakat yang semakin banyak memiliki kepedulian akan lingkungan, ini merupakan kesempatan baik untuk program pelestarian.

Meski demikian ancaman kerusakan lingkungan akibat cuaca, aktivitas manusia tetap saja akan terjadi khususnya sampah yang perlu dikontrol dan menjadi perhatian terus menerus.

“Kegiatan wisata yang tidak terkontrol dapat mengancam kelestarian ekosistem mangrove di kawasan ini,” kata seorang mahasiswa.

Baca Juga  Membangun Organisasi, Kementerian LH/BPLH Lantik 43 Pejabat Baru

Dari hasil analisis, Mangrove Gunung Anyar juga masih memiliki potensi destinasi ekowisata yang tetap menarik, namun tetap harus menjadi perhatian serius dalam pengelolaan dan pengembangannya secara berkelanjutan.

Beberapa saran yang diusulkan antara lain peningkatan infrastruktur, strategi pemasaran yang lebih efektif melalui media sosial, dan pengawasan yang lebih ketat untuk menjaga kelestarian ekosistem Mangrove Gunung Anyar.

Dengan langkah-langkah tersebut, Mangrove Gunung Anyar diharapkan dapat menjadi model bagi pengembangan ekowisata di kawasan lain di Indonesia.

Dengan adanya kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan semakin meningkat di kalangan masyarakat, dan Mangrove Gunung Anyar memiliki semua potensi untuk menjadi destinasi wisata yang tidak hanya menarik.

Tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan. Dengan komitmen dan kerja sama dari berbagai pihak, masa depan ekowisata di kawasan ini dapat terjamin. +*

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *