KITAINDONESIASATU.COM – Kekalahan Arema FC pada laga tandang di Stadion BJ Habibie Parepare Sulawese Selatan melawan PSM Makassar, Minggu (13/9/2026) berakhir imbang terjadi gol balasan di detik terakhir berlangsung dramatis 3-3 disaat Arema FC selangkah lagi meraih kemenangan.
Gol balasan PSM Makassar setelah kedudukan sebelumnya 2-3 untuk kemenangan Arema FC terjadi beberapa detik terakhir pada menit 90+6 oleh penyerang Luca Cumic menjadi penyelamat PSM Makassar hingga laga berakhir imbang 3-3.
Kegagalan Arema FC meraih kemenangan menjadi penyesalan dalam laga yang tinggal hitungan detik berakhir, hingga tidak lagi memiliki kesempatan melakukan pembalasan.
Pelatih Arema FC, Marcos Santos menilai selama pertandingan PSM memberikan perlawanan berat sepanjang pertandingan, meski sebenarnya Singo Edan memiliki peluang untuk mengamankan kemenangan.
PSM Terus meningkatkan tekanan setelah Cumic mencetak gol pertama, Arema sendiri juga beberapa kali mendapatkan peluang mencetak gol keempat tetap gagal dimanfaatkan dengan baik.
Situasi ini harus menjadi pelajaran penting jika Arema ingin bersaing di papan atas Super League 2026/2027, sehingga tak heran jika ketika meninggalkan tempat bertanding dengan wajah kecewa yang dalam.
“Kami meninggalkan tempat ini dengan kekecewaan mendalam, dengan wajah kecewa kami yang seharusnya meraih kemenangan dalam laga ini,” jelas pelatih Marcos.
Kegagalan itu menurut Marcos tidak lepas dari kesalahan tim sendiri para pemain sebenarnya telah menjalankan rencana yang disiapkan sebelum pertandingan.
Apalagi laga tandang ini datang dengan misi mempertahankan papan atas Arema FC di klasemen sementara Super League 2026/2027 tahun ini.
“Ini laga sulit, kita tahu laga tandang selalu sulit, tetapi kita harus kecolongan dan membiarkan laga berakhir imbang melalui pertarungan serta rencana yang sebenarnya sudah berjalan,” kata pelatih asal Brasil ini.
Apalagi sebelumnya kita sudah mengetahui dalam laga tandang di kandang PSM Makassar selalu tidak pernah mudah, mereka tim yang sangat bagus dan tidak kenal menyerah serta terlatih.
Selain masalah konsentrasim Marcos menyoroti sejumlah kesempata yang gagal dimanfaatkan tim untuk memperlebar jarak, jika peluang berujung gol pertandingan diyakini bisa berjalan berbeda dan tekanan PSM dapat diredakan lebih cepat.
Arema juga bisa mematikan jalannya pertandingan lebih cepat jika mampu memanfaatkan peluang emas yang ada lewat dua atau tiga situasi matang untuk mencetak gol keempat, kemudian mengunci kemenangan.
Ini tentu hasil yang meninggalkan sedikit rasa kecewa bagi Arema, tetapi Arema harus segera bangkit kembali dan menatap laga selanjutnya dengan fokus dan kerja keras tim.
Dengan bermain imbang melawan PSM Makassar kini Arema hanya menambah satu poin di laga kedua dengan berada di peringkat keempat klasemen sementara Super League 2026/2027 dengan mengoleksi 4 poin sementara PSM Makassar diperingkat 13 dengan 1 poin. **





