SepakbolaBerita Utama

Ronaldo Naik Pitam, Fans yang Hina Ruben Neves Soal Jota Diminta Dihukum Seumur Hidup

×

Ronaldo Naik Pitam, Fans yang Hina Ruben Neves Soal Jota Diminta Dihukum Seumur Hidup

Sebarkan artikel ini
RONALDO
Cristiano Ronaldo foto: @centregoals

KITAINDONESIASATU.COM – Cristiano Ronaldo murka. Megabintang Portugal tersebut mengecam keras aksi sejumlah suporter yang dinilai telah melewati batas karena menggunakan nama mendiang Diogo Jota untuk mengejek rekan setimnya di timnas Portugal, Ruben Neves.

Ronaldo bahkan meminta otoritas sepak bola Arab Saudi memberikan hukuman sangat tegas. Ia menilai suporter yang melakukan aksi tersebut layak mendapat larangan masuk stadion seumur hidup.

Insiden itu terjadi menjelang pertandingan Liga Arab Saudi antara Al-Hilal dan Al-Taawoun, Sabtu (12/9/2026). Dalam laga yang berakhir dengan kemenangan telak Al-Hilal 6-0 tersebut, sekelompok suporter dilaporkan berulang kali meneriakkan nama “Jota” ke arah Ruben Neves dengan nada provokatif.

Nama Diogo Jota tentu bukan perkara biasa bagi Neves. Keduanya diketahui memiliki hubungan dekat sejak sama-sama memperkuat Wolverhampton Wanderers dan kemudian bermain bersama di timnas Portugal.

Jota meninggal dunia secara tragis dalam kecelakaan mobil di Provinsi Zamora, Spanyol, pada Juli 2025. Ia mengembuskan napas terakhir dalam usia 28 tahun bersama adiknya, Andre Silva.

Kehilangan tersebut meninggalkan luka mendalam bagi Neves. Sebagai bentuk penghormatan kepada sahabatnya, Neves kini mengenakan nomor punggung 21 bersama timnas Portugal. Ia juga memiliki tato di betis yang menggambarkan dirinya sedang memeluk Jota.

Aksi ejekan tersebut langsung memantik kemarahan Cristiano Ronaldo. Pemain yang kini memperkuat Al-Nassr itu menyampaikan kecamannya melalui media sosial.

Ronaldo meminta Liga Arab Saudi tidak membiarkan aksi semacam itu berlalu tanpa hukuman. Baginya, menggunakan tragedi kematian seseorang sebagai bahan provokasi sudah berada di luar batas sportivitas.

“Liga harus mengambil tindakan dan menghukum perilaku penggemar seperti ini. Ini bukan lagi sepak bola, dan harus ada batasnya. Orang yang berperilaku seperti ini tidak boleh diizinkan masuk ke stadion lagi selamanya,” tulis Ronaldo.

Sementara itu, Ruben Neves terlihat memberikan respons terhadap teriakan dari tribun. Dalam rekaman pertandingan, Neves tampak memberikan tepuk tangan bernada sarkastik sebelum menunjuk ke arah langit sebagai bentuk penghormatan kepada Jota.

Setelah pertandingan, Neves juga tidak menutupi kekecewaannya. Kepada wartawan, ia melontarkan sindiran keras terhadap para pelaku.

“Saya hanya berharap mereka tidak pergi berdoa setelah apa yang mereka lakukan,” ujar Neves.

Kontroversi tersebut kemudian mendapat respons dari klub. Al-Hilal dan Al-Taawoun sama-sama mengeluarkan pernyataan yang mengecam perilaku oknum suporter.

Al-Taawoun menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai klub maupun sikap mayoritas pendukung mereka.

Federasi Sepak Bola Arab Saudi (SAFF) bersama Saudi Pro League (SPL) juga ikut turun tangan. Dalam pernyataan bersama pada Minggu (13/9/2026), mereka menegaskan bahwa memanfaatkan tragedi pribadi seseorang untuk melakukan penghinaan maupun provokasi merupakan tindakan yang tidak dapat diterima dalam sepak bola.

Komite terkait di SAFF kini telah mengidentifikasi perilaku tersebut dan menjalankan investigasi untuk menentukan sanksi yang akan diberikan kepada pihak yang dianggap bertanggungjawab. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *