KITAINDONESIASATU.COM — Syekh Ibnu Athaillah as-Sakandari dalam karya fenomenalnya, kitab Al-Hikam, menekankan pentingnya meluruskan niat saat seorang hamba menjalankan ketaatan.
Pada hikmah ke-60, beliau mengingatkan agar umat Islam tidak terjebak dalam rasa bangga atas amal yang dilakukan secara mandiri.
Ibnu Athaillah menegaskan bahwa kebahagiaan sejati saat beribadah bukanlah karena merasa diri mampu beramal, melainkan karena kesadaran bahwa ketaatan tersebut merupakan anugerah dan rahmat murni dari Allah SWT. Sikap ini menjadi benteng utama dari penyakit hati seperti ria dan ujub yang berpotensi merusak pahala.
Para ulama tasawuf menjelaskan bahwa memandang amal sebagai bentuk karunia Ilahi akan melahirkan rasa syukur yang mendalam. Sebaliknya, merasa bangga atas usaha sendiri justru berisiko mengikis keikhlasan.
Melalui ajaran ini, Al-Hikam mengajak setiap hamba untuk selalu menyandarkan seluruh ikhtiar spiritual hanya kepada rahmat Allah SWT. Pesan moral ini menjadi pengingat penting dalam menjaga ketulusan hati di tengah dinamika kehidupan sehari-hari.(*)



