Berita UtamaDaerah

Gunung Ile Lewotolok Meletus 378 Kali Sehari, Lava Baru Meluncur 500 Meter! Warga Diminta Menjauh

×

Gunung Ile Lewotolok Meletus 378 Kali Sehari, Lava Baru Meluncur 500 Meter! Warga Diminta Menjauh

Sebarkan artikel ini
Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) meletus 378 kali semalam, Jumat (4/9/2026). (Dok. PVMBG)
Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT) meletus 378 kali semalam, Jumat (4/9/2026). (Dok. PVMBG)

KITAINDONESIASATU.COM – Aktivitas Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali meningkat. Dalam sehari, gunung api tersebut tercatat meletus sebanyak 378 kali, disertai munculnya aliran lava baru hingga ratusan meter dari bibir kawah.

Aktivitas vulkanik itu terjadi sepanjang Jumat (4/9/2026), mulai pukul 00.00 hingga 24.00 Wita. Selain letusan berulang, petugas juga mengamati guguran material dengan jarak luncur mencapai 700 meter ke arah tenggara.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Gunung Ile Lewotolok, Nanda Pramtriwans Joshua Game, mengatakan letusan gunung setinggi 1.423 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu memiliki tinggi kolom letusan sekitar 200-600 meter.

“Teramati 378 kali letusan dengan tinggi 200-600 meter dan warna asap putih dan kelabu. Amplitudo 21.1-4 milimeter dan durasi 22-160 detik,” kata Nanda,  Sabtu (5/9/2026).

Saat erupsi berlangsung, suara gemuruh lemah terdengar dari gunung. Lontaran material vulkanik juga teramati bergerak ke arah selatan-tenggara dengan jarak sekitar 200-300 meter dari bibir kawah.

Tak hanya letusan, aktivitas kegempaan Gunung Ile Lewotolok juga terekam selama periode pengamatan. Petugas mencatat 37 kali embusan, 32 kali tremor nonharmonik, tiga kali tremor harmonik, serta dua kali gempa tektonik jauh.

Aktivitas Gunung Ile Lewotolok juga ditandai dengan munculnya aliran lava baru. Petugas mengamati lava baru mengalir ke sektor timur laut dengan jarak mencapai 500 meter dari bibir kawah. Aliran tersebut berada di atas endapan lava lama.

Sementara itu, endapan lava di sektor timur laut telah mencapai jarak sekitar 1.100 meter dari bibir kawah. Di sektor selatan-tenggara, endapan lava tercatat mencapai 1.800 meter.

“Aliran lava baru ke sektor timur laut di atas endapan aliran lava lama 500 meter dari bibir kawah,” ujar Nanda.

Dengan aktivitas vulkanik yang masih berlangsung, masyarakat di sekitar Gunung Ile Lewotolok maupun pengunjung dan pendaki diminta tidak memasuki kawasan tertentu di sekitar pusat aktivitas gunung.

Petugas mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ile Lewotolok, serta radius 3 kilometer pada sektor selatan dan tenggara.

Ancaman yang perlu diwaspadai bukan hanya letusan. Guguran atau longsoran lava dan awan panas juga berpotensi terjadi di sejumlah sektor, termasuk selatan dan tenggara, barat, serta timur laut.

Masyarakat diminta tetap menggunakan perlindungan diri apabila terjadi paparan abu vulkanik.

Petugas mengimbau warga menggunakan masker untuk melindungi mulut dan hidung serta perlengkapan lain guna melindungi mata dan kulit. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *