KITAINDONESIASATU.COM – Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, Muhammad Thamrin meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi DKI Jakarta mengoptimalkan anggaran sebar 10,7 triliun guna menekan stunting atau gizi buruk di Jakarta.
“Dorongan saya, dana itu bisa di alokasikan untuk stunting. Upayakan masyarakat Jakarta tidak boleh lagi ada gizi buruk,” ujar Thamrin dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (25/10).
Sementara itu, Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Fatimah Tania Nadira Alatas juga mengimbau Dinas kesehatan DKI untuk memprioritaskan pemberian gizi seimbang kepada ibu hamil.
Menurutnya, perkembangan anak di pengaruhi sejak masih di dalam kandungan. Ibu hamil perlu di berikan asupan bergizi. Seperti, ikan, telur, daging, seafood, kacang, biji-bijian, susu, keju, yoghurt, serta aneka buah dan sayuran.
“Usia anak itu dalam kandungan ibu, saya yakin itu sangat terpengaruh dari gizi yang di makan dalam kondisi hamil,” ucap Tania.
Baca juga: 7 Manfaat Kesehatan Jalan Kaki di Sore Hari
Dinas kesehatan DKI Prioritaskan Stunting di Tahun 2025
Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta akan memprioritaskan program percepatan penurunan stunting pada anak di tahun 2025. Pasalnya, berdasarkan data Dinas kesehatan DKI sepanjang Januari sampai Agustus 2024 tercatat sebanyak 36.664 balita di Jakarta menghadapi masalah gizi.
“Prinsipnya adalah pada siklus hidup mulai dari ibu hamil, melahirkan, balita, remaja putri, dewasa produktif, lansia. Semua ada program kesehatannya,” kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati.



Respon (1)