KITAINDONESIASATU.COM — Polda Metro Jaya mengusut tuntas kasus pengeroyokan yang merenggut nyawa seorang warga saat unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI berakhir ricuh. Kericuhan pecah menjelang petang setelah massa memprovokasi petugas dan merusak fasilitas umum di sekitar lokasi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto mengonfirmasi korban tewas akibat luka berat pasca-insiden pengeroyokan oleh sekelompok oknum di tengah massa pendemo. Bambang Setiawan (59) tewas akibat dianiaya di kawasan Pejompongan saat demo berlangsung, sedang Faturrohman (18) menderita luka di sekujur tubuh dan mengalami pendarahan.
Tim penyidik Gabungan Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Pusat kini tengah mengumpulkan bukti rekaman CCTV serta menginterogasi sejumlah saksi untuk mengidentifikasi para pelaku.
Aparat mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi oleh isu simpang siur dan tetap tenang. Polisi menegaskan akan menindak tegas seluruh pihak yang terbukti melakukan tindakan kriminal serta merusak kondusivitas keamanan di wilayah ibu kota.
Terkait kasus tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyambangi kediaman Bambang Setiawan dan menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga almarhum pada Jumat 28 Agustus 2026 malam. Ia juga membesuk Faturrohman yang rumahnya tak jauh dari Bambang Setiawan. (*)




