KITAINDONESIASATU.COM-Kota Cilegon menjadi tujuan utama investor asing (Penanamn Modal Asing/PMA) dan Kabupaten Tangerang didominasi investor dalam negeri atau PMDN. Total realisasi investasi pada triwulan III/2024 di seluruh Banten yaitu Rp 25,19 triliun.
Berdasarkan data yang diperoleh, PMA menjadi penyumbang terbesar dengan nominal mencapai Rp 12,74 triliun, sedangkan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tercatat sebesar Rp 12,45 triliun.”Kota Cilegon menjadi lokasi utama PMA dengan investasi mencapai Rp 6,24 triliun, diikuti Kabupaten Tangerang sebesar Rp 2,01 triliun, dan Kabupaten Serang dengan Rp 3,40 triliun,” ungkap Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Banten, Virgojanti, dalam ekspos realisasi investasi di Kantor DPMPTSP Banten, Kamis (2/10/2024).
Untuk sektor PMDN, lanjut Virgojanti, Kabupaten Tangerang menempati posisi teratas dengan kontribusi sebesar Rp 4,90 triliun, diikuti oleh Kota Cilegon yang mencapai Rp 1,82 triliun, dan Kota Tangerang dengan Rp 1,62 triliun.
Dari akumulasi Januari hingga September 2024, total realisasi investasi di Banten sudah mencapai Rp 83,44 triliun, dengan PMA sebesar Rp 48,02 triliun dan PMDN sebesar Rp 35,42 triliun.
“Realisasi investasi ini telah menyerap 115.337 tenaga kerja, yang terdiri dari Tenaga Kerja Indonesia sebanyak 114.552 orang dan Tenaga Kerja Asing sebanyak 815 orang,” Virgojanti.
Meski demikian, Virgojanti terus berupaya membenahi pelayanan investasi guna memberikan kenyamanan kepada para investor agar dapat menanamkan modalnya di Banten. Dengan meningkatnya investasi, ia percaya bahwa hal ini akan berdampak positif pada perekonomian serta penciptaan lapangan kerja. “Realisasi kita saat ini sudah 85 persen dari total target nasional yakni Rp 97,79 triliun. In Shaa Allah kita akan terus berupaya mencapai target tersebut,” ujarnya.
Virgojanti menambahkan, dominasi investasi di Banten masih dikuasai oleh industri petrokimia dan properti, mengingat Banten menjadi pusat hulu industri olahan. “Dominasi masih di industri petrokimia, kemudian properti. Memang industri olahan ini hulunya ada di Banten,” ungkapnya.
Di tingkat nasional, Banten tetap berada di posisi kelima di bawah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sulawesi Tengah. Kota Cilegon menjadi penyumbang investasi terbesar di Banten dengan Rp 8,07 triliun, disusul Kabupaten Tangerang dengan Rp 6,92 triliun, dan Kabupaten Serang Rp 5,02 triliun.
