KITAINDONESIASATU.COM – Menjelang perayaan HUT RI 17 Agustus 2026 harga sejumlah bahan baku untuk pembuatan sate mengalami kenaikan di wilayah Ponorogo, situasi ini membuat kelimpungan pedagang sate di Bumi Reyog Ponorogo.
Harga daging ayam di Pasar Legi Ponorogo sebelum beberapa hari ini mengalami kenaik seribu rupiah setiap harinya, hingga sekarang harga menyentuh Rp40 ribu per kg.
Kenaikan terjadi sejak liburan sekolah pada bulan Juli 2026 hingga sekarang terus naik yang sebelumnya ayam hanya Rp28 ribu kini sudah mencapai Rp40 ribu per kg.
Seorang pedagang di Pasar Legi Ponorogo, Sri Dewi mengungkapkan kenaikan terjadi sejak sebulan lalu harga terus merangkak naik dari Rp28 ribu hingga kini mencapai Rp40 ribu.
Pada hal menurut para pedagang ketersediaan stok ayam sebenarnya tidak mengalami keterlambatan, pedagang masih bisa mendapatkan pasokan dengan mudah sesuai kebutuhan, karena biasanya ayam baru disembelih jika ada permintaan pesanan dari konsumen.
Seorang pedagang ayam di Pasar Legi mengatakan setiap hari dirinya menyedikan daging ayam hingga 100 kg, namun jumlah tersebut bisa berubah menyesuaikan banyaknya permintaan dari konsumen.
Lonjakan kenaikan harga juga terjadi dan dikeluhkan para pelaku usaha mikro dan kecil di Ponorogo khususnya para penjual sate di kawasan Desa Setono, kecamatan Jenangan yang menjadi sentra pedagang sate di Ponorogo.
Ketua Paguyuban Sate Setono, Zainal Mustofa kepada wartawan di Ponorogo mengungkapkan terjadinya kenaikan harga kacang tanah dan gula merah yang dinilai mengalami kenaikan signifikan.
Kedua mahan mentah ini merupakan bahan untuk pembuatan sambal pecel dan sambal sate ayam Ponorogo mengalami kenaikan hingga hampir 10 ribu per kg.
Jika sebelumnya harga kacang oven sebelumnya dikisaran harga Rp42 ribu kini telah mengalami kenaikan hingga mencapai Rp50 ribu per kg dan harga kacang goreng mencapai Rp55 ribu hingga kenaikannya mencapai 23 hingga 26 persen.
Begitu juga harga gula merah yang merupakan bahan utama dalam pembuatan bumbu sate ayam dan pecel Ponorogo juga mengalami kenaikan hingga 25 persen, jika sebelumnya Rp18 ribu oer kg kini menjadi Rp23 ribu per kg.
Kondisi tersebut semakin memberatkan keberadaan usaha para pedagang sate dan pedagang nasi pecel yang merupakan usaha mikro kecil yang berkembang dan membumi sebagai kuliner bagi seluruh lapisan masyarakat Ponorogo.
Apalagi omset penjualan dalam beberapa waktu terakhir cenderung sepi akibat faktor cuaca dan faktor ekomomi masyarakat, sehingga dengan kenaikan ini sumber pendapatan masyarakat khususnya para pedagang nasi pecel dan sate lontong menjadi tertekan.
Para paguyuban pedagang sate Setono berencana mengumpulkan para pedagang untuk membahas kemungkinan penyesuaian harga batas minimum harga sate Setono yang dipatok paling murah seharga Rp15 ribu utuk 10 tusuk.
Rencananya para pedagang akan menyepakati harga kenaikan sekitar Rp1.000 hingga Rp2.000, pedagang juga masih mempertimbangkan karena daya beli masyarakat.
Oleh karena itu para pedagnag berharap agar pemerintah segera turun tangan untuk menstabilkan harga kebutuhan bahan pokok khususnya untuk bahan baku sate ayam dan nasi pecel yang meliputi daging ayam, kacang hingga gula merah. **





