Lifestyle

Kajian Al-Hikam: Jangan Menilai Kesucian Hati Hanya dari Terangnya Cahaya Zikir

×

Kajian Al-Hikam: Jangan Menilai Kesucian Hati Hanya dari Terangnya Cahaya Zikir

Sebarkan artikel ini
WhatsApp Image 2026 07 03 at 10.25.57
Kitab Al-Hikam jadi bacaan wajib pengelola pesantren di Indonesia. (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Pengajian rutin Kitab Al-Hikam di salah masji kawasan Jakarta Selatan, Minggu (10/8/2026), kembali menyedot perhatian jamaah.

Pada kesempatan kali ini, KH Ahmad Mansur mengupas hikmah ke-29 karya Syekh Ibn Ata’illah as-Sufi yang membahas pentingnya menjaga keikhlasan serta tidak terjebak pada persepsi visual dalam beribadah.

Dalam pemaparannya, Kyai Ahmad menjelaskan bahwa pancaran cahaya (anwar) yang dirasakan saat berzikir atau beribadah bukanlah tujuan utama spiritual. Menurut hikmah ke-29, keberadaan cahaya tersebut hanyalah sarana atau tanda, bukan jaminan bahwa hati seseorang telah sepenuhnya bersih dari dorongan hawa nafsu dan kesombongan.

“Jangan silau oleh indahnya rasa dan sensasi spiritual dalam ibadah. Tujuan sejati zikir adalah tersambungnya hati secara tulus kepada Allah (wushul), bukan sekadar mengejar kenikmatan rasa,” ujar Kyai Ahmad.

Beliau berpesan agar para murid tidak berpuas diri hanya karena merasakan ketenangan atau melihat Isyarat-isyarat gaib. Keikhlasan sejati diuji dari konsistensi beramal, ketundukan moral, serta kerendahan hati dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *