KITAINDONESIASATU.COM – Piala Presiden 2026 tak hanya menghadirkan persaingan sengit di atas lapangan, tetapi juga membawa berkah besar bagi pelaku usaha kecil. Hingga babak semifinal, perputaran ekonomi dari penjualan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sudah menembus angka fantastis, yakni Rp1,5 miliar.
Ketua Organizing Committee (OC) Piala Presiden 2026, Tsamara Amany, mengungkapkan capaian tersebut masih berpotensi terus meningkat karena turnamen belum berakhir. Laga perebutan tempat ketiga dan final yang digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, diperkirakan akan semakin mendongkrak aktivitas ekonomi masyarakat.
“Angka ini meningkat jauh, naik 27 persen dibandingkan Piala Presiden 2025,” ujar Tsamara, di Jakarta, Rabu (5/8).
Menurutnya, keberhasilan turnamen tidak hanya diukur dari kualitas pertandingan, tetapi juga dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat. Panitia berharap laga puncak mampu menghadirkan kompetisi yang berkualitas, penyelenggaraan yang aman, lingkungan yang bersih, sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar.
Tsamara menegaskan bahwa pemberdayaan UMKM telah menjadi salah satu identitas utama Piala Presiden. Karena itu, meski babak semifinal berlangsung tanpa kehadiran penonton, panitia tetap menyediakan ruang bagi 25 tenant UMKM untuk berjualan di area Stadion Kapten I Wayan Dipta.
Jumlah tersebut memang lebih sedikit dibandingkan fase sebelumnya yang menghadirkan 80 tenant di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya dan 50 tenant di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung. Namun, panitia tetap memastikan roda ekonomi terus bergerak dengan mengarahkan seluruh panitia membeli makanan dan minuman dari para pelaku UMKM yang berpartisipasi.
Selain itu, penyelenggara juga mendorong para suporter menggelar acara nonton bareng di berbagai daerah dengan tetap mengedepankan aspek keamanan dan ketertiban.
“Saya lihat kemarin sudah ada beberapa yang buat, Bonek buat, Viking juga buat. Itu tentu di wilayah teman-teman suporter,” kata Tsamara.
Meski partai final kembali digelar tanpa penonton di stadion, Tsamara optimistis atmosfer pertandingan tetap akan terasa meriah. Ia menegaskan panitia akan menikmati laga bersama masyarakat dari berbagai tempat, tanpa memihak salah satu tim yang bertanding.
Dengan lonjakan perputaran ekonomi hingga miliaran rupiah dan peningkatan 27 persen dibanding tahun lalu, Piala Presiden 2026 membuktikan diri bukan hanya sebagai ajang sepak bola bergengsi, tetapi juga motor penggerak ekonomi lokal yang memberi manfaat nyata bagi pelaku UMKM. (*)




