News

BMKG Siapkan Hujan Buatan Saat Kemarau Panjang di Jakarta, Ini Syarat Utamanya

×

BMKG Siapkan Hujan Buatan Saat Kemarau Panjang di Jakarta, Ini Syarat Utamanya

Sebarkan artikel ini
BMKG Prediksi Cuaca DKI Jakarta Cerah Berawan pada 28 Mei 2026
BMKG Prediksi Hujan Meningkat Awal November 2026, (Ist)

KITAINDONESIASATU.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyiapkan berbagai langkah untuk mengurangi dampak kemarau panjang yang berpotensi terjadi di Jakarta.

Salah satu strategi yang disiapkan adalah operasi modifikasi cuaca (OMC) atau hujan buatan. Namun, pelaksanaan metode tersebut tidak dapat dilakukan setiap saat karena bergantung pada kondisi atmosfer.

BMKG menegaskan bahwa hujan buatan hanya bisa dilakukan apabila tersedia awan yang memenuhi syarat. Upaya ini menjadi bagian dari langkah mitigasi untuk menjaga ketersediaan hujan sekaligus membantu memperbaiki kualitas udara ketika musim kemarau berlangsung dalam waktu lama.

BMKG Andalkan Modifikasi Cuaca dan Teknologi GBG

BMKG menjelaskan bahwa pelaksanaan operasi modifikasi cuaca di Jakarta bersifat situasional.

Keputusan melakukan hujan buatan akan diambil apabila wilayah ibu kota mengalami hari tanpa hujan dalam durasi yang cukup panjang dan kondisi cuaca memungkinkan untuk dilakukan intervensi.

Faktor terpenting dalam pelaksanaan hujan buatan adalah keberadaan awan yang memiliki potensi menghasilkan hujan.

Tanpa awan, teknologi modifikasi cuaca tidak dapat dijalankan karena proses tersebut hanya berfungsi mengoptimalkan potensi hujan dari awan yang sudah terbentuk.

Selain operasi modifikasi cuaca menggunakan pesawat, BMKG juga memanfaatkan teknologi Ground Based Generator (GBG) yang telah dipasang di sejumlah gedung tinggi di Jakarta. Perangkat tersebut digunakan untuk membantu memicu proses pembentukan hujan ketika terdapat awan yang dinilai memiliki potensi berkembang menjadi hujan.

Langkah ini juga bertujuan menjaga kualitas udara selama musim kemarau. BMKG mencatat kualitas udara di Jakarta cenderung memburuk apabila hujan tidak turun selama dua hingga tiga pekan. Dengan memanfaatkan teknologi modifikasi cuaca dan GBG, diharapkan curah hujan dapat membantu menurunkan konsentrasi polutan di udara ketika kondisi atmosfer mendukung.

BMKG memastikan seluruh upaya tersebut akan dilakukan berdasarkan hasil pemantauan cuaca secara berkala agar pelaksanaannya tetap efektif, aman, dan sesuai dengan kondisi meteorologi di lapangan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *