KITAINDONESIASATU.COM – Elon Musk menjadi sorotan setelah cuplikan wawancaranya bersama editor The Economist viral di media sosial.
Dalam perbincangan tersebut, CEO Tesla dan SpaceX itu berdebat mengenai sejumlah isu, mulai dari politik, imigrasi, hingga perannya dalam inisiatif efisiensi pemerintahan yang dikenal sebagai DOGE.
Dalam wawancara tersebut, Musk menolak anggapan bahwa dirinya berada di kubu sayap kanan ekstrem.
Menurutnya, pandangan seperti menjaga keamanan perbatasan, menciptakan kota yang aman, serta mengelola pengeluaran pemerintah secara efisien merupakan sikap yang sebelumnya juga didukung oleh banyak tokoh politik dari berbagai spektrum.
Musk juga menyampaikan dukungannya terhadap kebijakan imigrasi yang tetap terbuka, tetapi menekankan pentingnya proses yang dinilai sejalan dengan nilai-nilai Barat.
Ia mengingatkan bahwa arus masuk imigran yang tidak terkendali berpotensi menimbulkan berbagai persoalan.
Pernyataan tersebut memicu perdebatan dengan editor The Economist, yang disebut mengemukakan pandangan berbeda, termasuk mengenai tingkat keamanan kota-kota di Inggris dibandingkan dengan sejumlah wilayah di Amerika Serikat.





