KITAINDONESIASATU.COM — Sayyidul Istighfar merupakan puncaknya doa pemohon ampunan yang sangat dianjurkan untuk diamalkan setiap harinya oleh umat Muslim. Doa ini mengandung makna tauhid yang mendalam, pengakuan atas segala nikmat, sekaligus kerendahan hati seorang hamba di hadapan Allah SWT.
Adapun lafal Sayyidul Istighfar adalah:
“Allahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa ana ‘abduka wa ana ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mastatha’tu, a’uudzu bika min syarri maa shana’tu, abuu-u laka bini’matika ‘alayya wa abuu-u bidzanbii faghfirlii fa-innahu laa yaghfirudz-dzunuuba illaa anta.”
Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tiada Tuhan selain Engkau. Engkau yang mencipatakanku dan aku adalah hamba-Mu…”
Mengenai fadilahnya, Rasulullah SAW menegaskan bahwa barang siapa yang membaca doa ini dengan penuh keyakinan pada pagi hari lalu meninggal sebelum sore, atau membacanya pada sore hari lalu meninggal sebelum subuh, maka ia dijamin termasuk penghuni surga.
Membiasakan amalan ini setiap pagi dan petang menjadi sarana penyuci jiwa, pembuang dosa, serta pembuka pintu keberkahan dalam kehidupan harian.(*)



