KITAINDONESIASATU.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mencatatkan kinerja positif di tengah tekanan yang melanda mayoritas bursa saham Asia pada perdagangan Jumat, 17 Juli 2026.
Saat sejumlah indeks utama di kawasan mengalami koreksi tajam akibat aksi jual global, IHSG justru bergerak berlawanan arah dengan ditutup menguat 1,10 persen ke level 6.175,535.
Nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia mencapai Rp16,16 triliun dengan miliaran saham berpindah tangan sepanjang perdagangan.
Penguatan ini didorong oleh kenaikan sejumlah sektor, terutama sektor keuangan yang menjadi penopang utama pergerakan indeks.
Selain itu, sektor siklikal, kesehatan, dan properti juga berhasil mencatatkan penguatan sehingga menopang laju IHSG hingga penutupan perdagangan.
IHSG Asia Kompak Melemah akibat Tekanan Saham Teknologi
Sementara IHSG menguat, sebagian besar bursa saham Asia justru berakhir di zona merah.
Pasar saham Taiwan memimpin pelemahan dengan penurunan tajam, disusul indeks di China, Jepang, dan Hong Kong yang sama-sama mengalami koreksi. Di Korea Selatan, perdagangan tidak berlangsung karena libur nasional.
Tekanan di kawasan Asia dipicu oleh aksi jual yang kembali menghantam saham-saham teknologi dan produsen chip.
Sentimen negatif tersebut juga merambat ke pasar Eropa, di mana sejumlah emiten semikonduktor mengalami penurunan harga saham pada awal perdagangan.

