KITAINDONESIASATU.COM – Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi kembar yang mengguncang Venezuela pada 24 Juni 2026 terus bertambah.
Hingga pembaruan terbaru yang disampaikan pemerintah setempat pada 12 Juli 2026, korban tewas telah mencapai 4.333 jiwa.
Angka tersebut meningkat dibandingkan laporan sebelumnya dan menunjukkan besarnya dampak bencana yang melanda wilayah utara-tengah negara itu.
Selain ribuan korban meninggal, puluhan ribu warga juga terdampak akibat kerusakan infrastruktur yang meluas.
Bangunan tempat tinggal, fasilitas umum, jaringan listrik, hingga pasokan air bersih mengalami kerusakan parah sehingga menyulitkan proses pemulihan di berbagai daerah terdampak.
Proses Pemulihan gempa Venezuela Terus Berjalan
Pemerintah Venezuela melaporkan lebih dari 16 ribu orang mengalami luka-luka akibat gempa berkekuatan besar tersebut.
Sementara itu, lebih dari 6.400 warga berhasil diselamatkan dari reruntuhan bangunan melalui operasi pencarian dan evakuasi yang berlangsung selama beberapa hari setelah bencana terjadi.
Meski proses pencarian korban selamat mulai berakhir, petugas masih terus melakukan identifikasi terhadap para korban yang ditemukan.
Fokus penanganan kini beralih pada pemulihan wilayah terdampak serta pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang kehilangan tempat tinggal.
Berdasarkan data Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa, gempa dengan magnitudo 7,2 dan 7,5 itu berdampak pada sedikitnya tujuh negara bagian di Venezuela.
Kawasan La Guaira dan Greater Caracas menjadi wilayah yang mengalami kerusakan paling parah.





