KITAINDONESIASATU.COM – Pelatih Kanada, Jesse Marsch, mengakui timnya akan menghadapi tantangan paling berat di Piala Dunia 2026 saat berduel dengan Maroko pada babak 16 besar di Houston Stadium, Amerika Serikat, Minggu (5/7) pukul 00.00 WIB. Di atas kertas, Singa Atlas dinilai sebagai salah satu tim paling berbahaya di turnamen.
Marsch tak menutupi kekagumannya terhadap performa Maroko yang tampil impresif sejak fase grup. Menurutnya, kekuatan individu para pemain, organisasi permainan yang solid, serta rasa percaya diri tinggi membuat wakil Afrika tersebut menjadi lawan yang sangat sulit ditaklukkan.
“Kami sangat antusias menghadapi momen ini. Ketika berbicara mengenai Maroko, ini adalah tim dengan talenta individu yang luar biasa dan sangat terorganisasi,” ujar Marsch dalam konferensi pers pralaga, dikutip dari FIFA, Sabtu (4/7).
Ia menilai rentetan hasil positif yang diraih Maroko menjadi bukti nyata bahwa tim asuhan mereka sedang berada dalam performa terbaik.
“Hasil-hasil yang mereka raih menunjukkan kepercayaan diri yang mereka miliki saat ini. Mereka bermain dengan penuh keyakinan. Kami tahu kami menghadapi tantangan yang sangat besar,” tegas pelatih asal Amerika Serikat tersebut.
Meski demikian, Marsch memastikan skuad Kanada tidak gentar. Justru, keberhasilan mencetak sejarah dengan lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya menjadi suntikan motivasi besar bagi timnya untuk terus melangkah lebih jauh.
Maroko sendiri datang ke babak 16 besar dengan catatan mentereng. Singa Atlas belum sekalipun menelan kekalahan, termasuk menahan imbang Brasil di fase grup sebelum menyingkirkan Belanda melalui drama adu penalti pada babak 32 besar.
Di kubu Kanada, bek Alistair Johnston turut mengingatkan rekan-rekannya agar tidak terintimidasi oleh reputasi Maroko maupun besarnya panggung Piala Dunia. Ia meminta seluruh pemain fokus pada pertandingan, bukan tekanan yang menyertainya.
“Saya mengatakan kepada para pemain, mainkan pertandingannya, bukan momennya. Pada akhirnya tetap 11 lawan 11, bolanya tetap bulat, ukuran lapangannya juga sama,” kata Johnston.
Ia pun mengajak seluruh pemain Kanada tampil tanpa rasa takut demi mewujudkan mimpi melanjutkan kejutan di Piala Dunia 2026. (*)
