KITAINDONESIASATU.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup pekan perdagangan 29 Juni hingga 3 Juli 2026 dengan pelemahan tipis.
Koreksi indeks diikuti perlambatan aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia yang terlihat dari menurunnya frekuensi transaksi, volume perdagangan, hingga nilai transaksi harian. Kondisi tersebut mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar di tengah berbagai sentimen ekonomi yang masih berkembang.
IHSG ditutup di level 5.875,780 atau turun sekitar 0,35 persen dibandingkan posisi pekan sebelumnya. Penurunan tersebut turut menekan kapitalisasi pasar Bursa menjadi sekitar Rp10.287 triliun.
Likuiditas perdagangan juga mengalami perlambatan, seiring menurunnya rata-rata frekuensi transaksi harian menjadi sekitar 1,44 juta kali.
Nilai Transaksi IHSG Turun, Investor Asing Masih Selektif
Pelemahan aktivitas pasar semakin terlihat dari rata-rata volume transaksi harian yang turun menjadi sekitar 17,54 miliar lembar saham.
Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian menyusut hampir 36 persen menjadi sekitar Rp11,27 triliun dibandingkan pekan sebelumnya yang mencapai Rp17,58 triliun.
Di tengah kondisi tersebut, investor asing masih membukukan pembelian bersih pada perdagangan terakhir pekan ini.
Meski demikian, secara akumulatif sepanjang tahun 2026, arus dana asing masih mencatatkan posisi jual bersih yang cukup besar sehingga menunjukkan kehati-hatian terhadap prospek pasar domestik.
Sejumlah analis menilai kondisi IHSG yang masih berfluktuasi membuat investor perlu menerapkan strategi investasi yang lebih disiplin.


