KITAINDONESIASATU.COM – Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG kembali mengalami tekanan pada perdagangan Selasa, 30 Juni 2026.
Pergerakan pasar saham Indonesia ditutup melemah cukup dalam karena investor masih menunggu munculnya sentimen positif baik dari kondisi ekonomi nasional maupun situasi global.
IHSG berakhir turun 177,60 poin atau sekitar 3,05 persen menuju level 5.643,19. Pelemahan juga terjadi pada indeks saham unggulan LQ45 yang terkoreksi 3,47 persen ke posisi 553,11. Kondisi tersebut menunjukkan tekanan jual masih cukup kuat sepanjang perdagangan.
Faktor Global dan Domestik Jadi Perhatian IHSG
Dari sisi domestik, pelaku pasar terlihat mengambil sikap hati-hati sambil menantikan sejumlah data ekonomi terbaru. Kekhawatiran terkait evaluasi MSCI serta isu tata kelola dan transparansi sejumlah kebijakan turut memengaruhi sentimen investor.
Tekanan tersebut juga berdampak pada aliran dana asing yang mengalami pelemahan. Investor cenderung melakukan pengamatan sebelum mengambil keputusan investasi lebih besar di pasar saham Indonesia.
Sementara itu, faktor global masih menjadi perhatian utama, terutama perkembangan hubungan Amerika Serikat dan Iran.
Rencana pembicaraan damai di Doha, Qatar, menjadi salah satu faktor yang dinantikan pasar karena berkaitan dengan stabilitas kawasan Timur Tengah dan jalur energi internasional.
Di kawasan Asia, sejumlah bursa bergerak beragam. Beberapa indeks mencatat penguatan, sementara lainnya melemah mengikuti sentimen ekonomi dan geopolitik. Dengan kondisi tersebut, investor masih menunggu katalis baru yang dapat mengangkat kembali kepercayaan pasar terhadap IHSG.(*)


