Berita UtamaWisata

Pengalaman Trip Sailing Komodo Menginap di Kapal Pinisi hingga Bertemu ikan Manta

×

Pengalaman Trip Sailing Komodo Menginap di Kapal Pinisi hingga Bertemu ikan Manta

Sebarkan artikel ini
DSC 0179
Wisatawan asing menikmati keindahan alam dengan meloncat dari Pinisi ke laut sekitar Pulau Kelor, Labuan Bajo. foto: dodo hawe

KITAINDONESIASATU.COM – Pagi-pagi pukul 06:00 Wita mobil sudah datang di hotel untuk penjemputan menuju ruang tunggu Pelabuhan Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur bersama ratusan wisatawan lainnya.

Dipandu seorang pemandu wisatawan rombongan masuk menuju sebuah ruangan pemeriksaan pelabuhan Bajo lokasi check in sebelum menuju ke dalam perahu Pinisi yang sudah siap mengantar berlayar.

Sekitar pukul 08:00 WITA perahu Pinisi meninggalkan Pelabuhan Labuan Bajo mengangkut 11 wisatawan asing dan lokal dari China, Medan, Lampung dan Surabaya untuk berlayar memulai perjalanan trip yang akan memakan waktu satu malam dua hari.

Setelah memasuki perahu Pinisi pemandu wisatawan menyambut di sebuah ruangan kecil dengan menyajikan hidangan minuman segar sambil menggelar briefing dan perkenalan di antara wisatawan hingga pembagian kamar di perahu Pinisi, sementara perahu Pinisi terus bergerak mengarungi lautan yang indah.

Di hari pertama trip perahu Pinisi berangkat langsung berlayar menuju arah Pantai Kelor sekitar pukul 10:00 WIB perahu kemudian berhenti untuk jangkar para wisatawan dingkaut dengan pera kecil menuju pantai Pulau Kelor.

Wisatawan kemudian diajak tracking naik ke atas bukit dengan rute perjalanan cukup ekstrem untuk mendapatkan spot foto terbaik dengan latar belakang kepulauan Rinca dengan lautan biru yang indah.

Di Pulau Kelor Anda bisa menikmati keindahan alam laut dengan gugusan pulau yang ada disekitarnya menambah keindahan alam yang tak bisa kita ungkapkan dengan kata-kata.

Bagi Anda yang suka dengan air bisa menceburkan diri mandi di pantai sambil menikmati segarnya air kepala muda yang manis dijual dengan harga kisaran Rp30-Rp50 ribu perbuah cukup untuk dua orang.

Usai dari Pulau Kelor Anda kembali memasuki perahu Pinisi di sambut dengan minuman juss buah segar sambil menikmati keindahan laut dan pulau-pulau yang menghiasi sepanjang perjalanan Anda sambil menunggu acara makan siang.

Sepanjang perjalanan Anda bisa menikmati keindahan alam seperti di dunia fantasi dengan bersandar kursi-kursi kayu yang tersedia di geladak kapal lantai dua, Anda bisa menikmati sembari duduk-duduk dengan minum kopi Flores yang beraroma khas dan enak.

Sekitar pukul 01:00 WITA para awak kapal mempersilakan para wisatawan untuk makan bersama, hidangan pertama dinikmati adalah dengan menu ikan laut bakar, rendang, sup hingga cumi goreng dengan sayuran yang menghiasi hidangan siang hari itu.

Menu ikan bakar dan cumi goreng hingga daging rendang dimasak secara khusus oleh chef kapal Pinisi dengan sajian yang enak, hampir semua hidangan selalu dilahap habis oleh wisatawan.

bajo3 1
Wisatawan membuat formasi pemotretan dengan drone di Pantai Pink Pulau Padar, Labuan Bajo, Sabtu (20/6/2026). foto: dodo hawe

Selama perjalanan dengan perahu Pinisi wisatawan mendapatkan jatah makan selama 4 kali yang disajikan pada siang, malam hingga pagi dan terakhir siang hari setelah itu perjalanan pulang kembali ke pelabuhan Bajo sekitar pukul 16:00 Wita.

Saat makan siang perahu Pinisi terus berlayar jauh, meninggalkan Pulau Kelor menuju Pulau Rinca merupakan salah satu pulau yang menjadi habitat Komodo yang dihuni sekitar 1.300 an komodo.

Seperti kita ketahui binatang purba Komodo hidup dihabitatnya di sejumlah lokasi di pulau-pulau di kawasan perairan itu seperti di Pulau Komodo, Pulau Rinca hingga pulau Padar dan sejumlah pulau kecil lain yang tidak dada penghuninya.

Selain binatang Komodo, sejumlah binatang lain yang hidup dikawasan ini adalah kijang, monyet, kerbau liar, sejumlah burung salah satunya mirip kasuwari yang selalu berdampingan dengan Komodo hingga ular kobra dan ular hijau.

Di Pulau Rinca wisatawan dipandu oleh sejumlah petugas penghalau Komodo untuk melakukan tracking menyusuri hutan habitan Komodo hingga melihat dari dekat sarang tempat bertelor Komodo dengan perjalanan sepanjang 1-2 km.

Selama dalam perjalanan wisatawan bisa berpose bersama Komodo, sayangnya rombongan tiba pada siang hari Komodo sedang tidak aktif dan lebih banyak tidur, Komodo aktif pada saat pagi dan sore hingga malam hari.

Jika Anda beruntung di tengah perjalanan tracking bisa menemukan anak Komodo yang pergi meninggalkan sarang induknya, lantara jika tidak meninggalkan sarang anak Komodo bisa dimakan induknya sendiri, karena sifat Komodo adalah binatang kanibal.

Usai dari Pulau Rinca perjalanan laut dengan perahu Pinisi terus dilakukan menuju lokasi keluarnya ribuan kalong pada saat sunset, perahu pinisipun kemudian jangkar cukup lama di lokasi ini.

Sambil menunggu matahari terbenam atau sunset, sejumlah wisatawan diberi kesempatan untuk terjun mandi ke dalam air laut yang jernih, tak lama kemudian menyaksikan sunset indah di tengah laut dengan pulau-pulau yang menghiasi acara sore hari.

Saatnya tiba, berapa kalong mulai bermunculan tepat matahari tenggelam dengan langit yang indah tidak lama kemudian ribuan kalong benar-benar memperlihatkan diri keluar dari sarangnya untuk mencari makan di malam hari.

Momen ini menjadi adegan paling menarik bagi wisatawan untuk mengabadikan dengan kamera ponselnya keberadaan ribuan kalong yang terbang di angkasa di antara memerahnya langit akibat sinar matahari yang mulai tenggelam di ufuk barat.

Setelah menyaksikan keberadaan kalong wisatawan dipersilahkan untuk mempersiapkan diri menginap di dalam perahu Pinisi, sementara perahu terus merapat dan mendekat lokasi sunrise di Pulau Padar.

Malam itu terlihat puluhan perahu Pinisi dengan sorotan lampu malam terlihat indah menghiasi lautan utuk jangkar di dekat pantai Pulau Padar menunggu matahari terbit dari atas Bukit Padar dengan gemerlap lampu yang menyorot keluar.

DSC 0272

Sekitar pukul 04:00 Wita wisatawan mulai bergerak naik perahu sampan untuk merapat ke pantai di Pulau Padar bersama ratusan turis lainnya, naik kepuncak Padar Menikmati pemandangan sunrise yang indah tiada tara.

Usai menikmati sunrise di Pulau Padar sekitar pukul 08:00 WIB perahu Pinisi yang membawa wisatawan meninggalkan lokasi, sementara menu sarapan pagi sudah siap menanti di dalam perahu Pinisi dengan menu nasi goreng, kerupuk hingga lauk lainnya merupakan makan ketiga selama di Perahu Pinisi.

Usai sarapan pagi perahu Pinisi terus bergerak, awak kapal dan wisatawan berbaur untuk minum kopi, teh sambil menikmati perjalanan pagi yang cerah perahu terus melaju di antara karang yang terjal dan bukit di Pulau Padar menuju Pantai Pink.

Di pantai Pink 11 wisatawan membuat video dan foto-foto dengan menggunakan drone, masing-masing wisatawan mendapatkan kesempatan untuk mejeng dan mendokumentasikan diri di antara pasir pantai berwarna pink, jika di lihat dari ketinggian terbukti sangat indah.

Pagi itu di Pantai Pink sudah dipadati puluhan wisatawan manca negara yang mendominasi lokasi ini dan beberapa di antaranya terdapat wisatawan lokal, bisa kita ketahui dari bahasa yang mereka gunakan.

Terlihat sejumlah kijang berkeliaran di antara wisatawan yang sedang bermain air dan memakan kelapa muda, bahkan di lokasi ini sempat menuncuk keberadaan komodo berukuran cukup besar, merangkak di belakang warung penjual makanan dan minuman.

Usai dari Pantai Pink perjalanan masih terus berlanjut ke dua lokasi untuk penyelaman di kedalaman antara 15 meter hingga 25 meter di Manta Poin dan Taka Makassar.

Dua lokasi ini merupakan salah satu kawasan lokasi penyelaman dengan trumbu karang yang sangat indah, dengan keberadaan berbagai macam ikan dan biota laut, terlihat dikedalaman 10 meter gerombolan ikan badut putih oranye dan hitam putih terlihat menari-nari di antara tumbuhan laut yang indah.

Sementara di kedalaman sekitar 25 meter wisatawan sempat menyaksikan ikan Manta atau ikan Pari yang menari-nari di antara sorotan matahari siang yang menusuk ke dasar laut.

Sejumlah ikan Manta melayang-layang di antara batu karang dan terumbu karang yang indah, jika Anda beruntung dan memiliki kemampuan menyelam, Anda bisa berpose di antara ikan Manta tersebut.

Setelah puas melakukan penyelaman pemandu wisata kemudian mengajak para wisatawan kembali ke perahu Pinisi, untuk makan siang, sekaligus hari terakhir mereka untuk kembali menuju ke pelabuhan Labuan Bajo, sekaligus akhir dari perpisahan di antara wisatawan yang selama dua hari satu malam bersama-sama dalam suka dan duka. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *