KITAINDONESIASATU.COM– Arema FC menunjukkan keseriusannya menyambut kompetisi Super League 2026/2027 dengan memastikan dua penjaga gawang andalan, Adi Satryo, dan Gianluca Pandeynuwu, tetap bertahan di Stadion Kanjuruhan. Keputusan ini menjadi bagian dari strategi besar Singo Edan untuk membangun skuad yang lebih tangguh dan kompetitif.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, mengatakan bahwa manajemen tidak ragu mempertahankan kedua kiper tersebut karena dinilai memiliki kualitas, mental, dan karakter yang sesuai dengan kebutuhan tim.
Menurut pria yang akrab disapa Inal itu, keberadaan Adi Satryo dan Gianluca akan memperkuat kedalaman skuad di posisi penjaga gawang, sekaligus menciptakan persaingan sehat yang dibutuhkan untuk menghadapi ketatnya persaingan musim depan.
Sebagai bentuk kepercayaan, Arema FC telah resmi memperpanjang kontrak Adi Satryo untuk satu musim lagi. Sementara itu, Gianluca Pandeynuwu tetap berseragam Singo Edan setelah masa peminjamannya dari Persis Solo diperpanjang.
Tak hanya fokus pada Super League, keputusan mempertahankan kedua kiper juga dipengaruhi kemungkinan bergulirnya kembali League Cup, atau Piala Indonesia. Jika kompetisi tersebut kembali digelar, jadwal pertandingan dipastikan semakin padat sehingga Arema membutuhkan kedalaman skuad yang lebih solid di setiap lini.
Inal berharap persaingan di bawah mistar gawang mampu memacu seluruh penjaga gawang tampil maksimal dan berdampak langsung pada kokohnya lini pertahanan Arema FC sepanjang musim.
Tak berhenti di situ, Singo Edan juga melakukan gebrakan dengan mendatangkan Syahrul Trisna, mantan penjaga gawang Borneo FC, sebagai amunisi baru setelah berpisah dengan Lucas Frigeri dan Andrian Casvari.
Selain Syahrul, Arema juga sukses mengamankan tanda tangan Erlangga Setyo, kiper muda berusia 23 tahun yang musim lalu memperkuat PSPS dengan status pinjaman dari Persis Solo.
Dengan bertahannya Adi Satryo dan Gianluca serta hadirnya Syahrul Trisna dan Erlangga Setyo, Arema FC kini memiliki empat penjaga gawang yang siap bersaing memperebutkan posisi utama. Persaingan sengit di bawah mistar gawang pun diyakini menjadi salah satu kekuatan terbesar Singo Edan dalam menghadapi musim 2026/2027. (*)

