KITAINDONESIA.COM – Dua gempa bumi tektonik berkekuatan sangat besar, yakni bermagnitudo 7,2 dan 7,5, mengguncang wilayah northwest Venezuela pada Rabu (24/6) malam waktu setempat.
Guncangan beruntun yang terjadi dalam waktu selang 39 detik ini tercatat sebagai salah satu bencana gempa bumi paling kuat dan destruktif yang melanda negara tersebut dalam kurun waktu 125 tahun terakhir.
Dampak guncangan masif ini memicu kepanikan luar biasa di kota Caracas. Sejumlah bangunan komersial, gedung perkantoran tinggi, dan kawasan permukiman padat di distrik Altamira serta Los Palos Grandes dilaporkan runtuh total menjadi puing-puing.
Tim penyelamat dan Garda Nasional kini bergegas melakukan proses evakuasi darurat karena diduga banyak warga yang masih terjebak di bawah reruntuhan beton.
Terkait desas-desus atau perkiraan awal di media sosial yang menyebutkan jumlah korban tewas dapat mencapai hingga 100 ribu orang, pihak otoritas resmi Venezuela menyatakan bahwa angka tersebut belum dapat dikonfirmasi.
Hingga saat ini, proses asesmen dan pengumpulan data korban riil masih terhambat akibat pemadaman jaringan listrik massal serta terputusnya konektivitas telekomunikasi di pusat bencana.
Penjabat Presiden Delcy Rodriguez mengumumkan status keadaan darurat nasional, menutup Bandara Internasional Simón Bolívar yang rusak parah, serta meliburkan aktivitas sekolah demi fokus penuh pada penanganan pascabencana.(*)


