KITAINDONESIASATU.COM – Peristiwa gempa bumi tektonik kuat bermagnitudo 7,2 dilaporkan telah mengguncang wilayah lepas pantai Prefektur Iwate, Pulau Honshu, Jepang, pada Kamis (25/6) pagi hari waktu setempat.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengonfirmasi bahwa pusat gempa berada di laut lepas, namun getaran energinya yang sangat masif terasa kuat hingga ratusan mil jauhnya, termasuk di area ibu kota Tokyo. Beruntung, pihak otoritas berwenang segera memastikan bahwa tidak ada peringatan potensi bahaya gelombang tsunami besar yang dikeluarkan pascaguncangan.
Meski belum ada laporan korban jiwa atau kerusakan infrastruktur komersial berskala besar, sektor transportasi publik utama langsung terkena dampak signifikan. Pihak operator kereta api JR East memutuskan menghentikan operasional kereta cepat Tohoku Shinkansen rute Tokyo menuju Shin-Aomori demi keselamatan seluruh penumpang.
Langkah darurat tersebut sengaja diambil guna menginspeksi kondisi kelayakan jalur rel serta memastikan tidak ada keretakan struktur tanah. Warga lokal pun diimbau tetap tenang namun selalu waspada terhadap ancaman bahaya gempa susulan.
Negara Jepang yang terletak aktif di jalur Cincin Api Pasifik memang memiliki standar regulasi konstruksi bangunan tahan gempa yang sangat ketat, sehingga terbukti mampu meminimalkan risiko jatuhnya korban dan kerugian materiil.(*)

