KITAINDONESIASATU.COM- Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, bersama Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, Anggota DPRD, mendampingi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), saat meninjau rehabilitasi Madrasah Tsanawiyah Negeri 1 (MTsN 1) Kota Bogor, Jumat 19bJuni 2026.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan program rehabilitasi madrasah yang merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia.
Saat ini, progres rehabilitasi MTsN 1 Kota Bogor telah mencapai 95 persen dan dalam waktu dekat akan segera rampung.
Rehabilitasi MTsN 1 Kota Bogor Hampir Rampung
AHY: Menjadi Bagian dari Renovasi Madrasah di Jawa Barat
Dalam keterangannya, AHY menyampaikan bahwa MTsN 1 Kota Bogor merupakan salah satu dari ratusan madrasah tsanawiyah yang mendapatkan program renovasi di Provinsi Jawa Barat.
“Jadi sebentar lagi tuntas, dan ini satu dari sekian banyak madrasah tsanawiyah yang juga direnovasi. Di Provinsi Jawa Barat saja ada 127 madrasah tsanawiyah,” ungkap AHY.
Sebelum direhabilitasi, kondisi MTsN 1 Kota Bogor mengalami sejumlah kerusakan, terutama pada bagian plafon dan atap bangunan. Selain itu, beberapa fasilitas penunjang seperti WC dan toilet dinilai belum representatif sehingga memerlukan perbaikan.
Perbaikan Infrastruktur dan Fasilitas Penunjang Pendidikan
AHY menilai lingkungan sekolah yang asri dan fasilitas yang memadai menjadi faktor penting dalam mendukung proses pendidikan.
“Kalau kita lihat, lingkungan yang ada di sini juga dipelihara dengan asri dan fasilitasnya terus dilengkapi, termasuk untuk olahraga. Karena sejatinya pendidikan adalah membangun kecerdasan intelektual,” ujarnya.
Pendidikan Karakter Menjadi Fokus Utama
Madrasah Diharapkan Mencetak Generasi Berintegritas
Menurut AHY, pendidikan di madrasah tidak hanya berorientasi pada kecerdasan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan nilai-nilai keagamaan.
Ia berharap rehabilitasi infrastruktur pendidikan dapat menghasilkan generasi muda yang memiliki karakter unggul, integritas yang baik, keterampilan memadai, serta kondisi fisik yang sehat.
“Saya rasa ini semua menjadi kunci sukses SDM unggul untuk Indonesia yang semakin maju,” katanya.
Program Nasional Rehabilitasi Madrasah Didukung Anggaran Rp4 Triliun
Tindak Lanjut Inpres Nomor 7 Tahun 2025
AHY menjelaskan bahwa program rehabilitasi madrasah merupakan respons pemerintah atas insiden yang terjadi di Jawa Timur pada tahun lalu serta tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2025.
Menjangkau Ribuan Madrasah di Seluruh Indonesia
Secara nasional, pemerintah menargetkan rehabilitasi terhadap 1.397 madrasah tsanawiyah di seluruh Indonesia.
“Yang secara umum perlu saya laporkan, ada kurang lebih 1.400 madrasah tsanawiyah, tepatnya 1.397, di seluruh Indonesia. Ini memakan anggaran kurang lebih Rp4 triliun untuk renovasi, rehabilitasi, dan sekali lagi penguatan secara infrastruktur,” ungkap AHY.
Dedie Rachim Apresiasi Dukungan Pemerintah Pusat
Fasilitas Pendidikan Berkualitas Menjadi Harapan Bersama
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas rehabilitasi MTsN 1 Kota Bogor yang berada di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag).
Menurutnya, kehadiran AHY menunjukkan komitmen pemerintah pusat dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.
“Dari tinjauan ini, beliau berkeinginan untuk terus memfasilitasi agar sarana dan prasarana pendidikan dapat semakin berkualitas sesuai harapan. Jadi kita bersyukur beliau hadir dan melihat langsung. Kelihatannya beliau cukup puas dengan kualitas pembangunan yang dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum,” ucap Dedie Rachim.
Dalam kunjungan tersebut, AHY juga meninjau langsung proses belajar mengajar serta berdialog dengan para siswa.
DPRD Kota Bogor Dukung Peningkatan Infrastruktur Pendidikan
Subhan: Fasilitas Memadai Tingkatkan Kualitas Pembelajaran
Sementara itu, Ketua Fraksi Demokrat Solidaritas yang juga menjabat Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Bogor, Subhan, menyambut baik program pemerintah dalam meningkatkan fasilitas pendidikan di daerah.
Menurutnya, pembenahan infrastruktur sekolah merupakan bentuk intervensi pemerintah untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
“Fasilitas yang memadai akan menunjang kenyamanan proses belajar mengajar. Banyak sekolah yang sebenarnya memiliki sumber daya manusia yang baik, namun belum didukung oleh sarana dan prasarana yang layak,” ujar Subhan.
Sanitasi dan Sarana Dasar Masih Menjadi Tantangan
Subhan mencontohkan masih terdapat sejumlah sekolah yang memiliki keterbatasan fasilitas dasar, termasuk sanitasi dan toilet yang belum memadai.
Kondisi tersebut dinilai dapat mengganggu konsentrasi guru maupun siswa selama proses belajar mengajar berlangsung.
Infrastruktur dan Teknologi Harus Berjalan Beriringan
Menurut Subhan, sesuai arahan Presiden, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Infrastruktur akan memberikan bantuan guna meningkatkan kualitas fasilitas sekolah yang masih membutuhkan pembenahan.
“Dengan fasilitas yang lebih baik, diharapkan akan lahir sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Namun, yang perlu ditingkatkan bukan hanya infrastruktur, melainkan juga metode pembelajaran yang harus mengikuti perkembangan teknologi,” katanya.
Ia menambahkan bahwa Indonesia, termasuk Kota Bogor, perlu terus mengadopsi sistem pembelajaran yang lebih modern dan berbasis teknologi guna menghadapi tantangan era digital.
Sebagai anggota DPRD Kota Bogor, Subhan menegaskan dukungannya terhadap program tersebut. Ia menilai bantuan dari pemerintah pusat sangat diperlukan mengingat keterbatasan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dalam memenuhi seluruh kebutuhan pembangunan dan peningkatan fasilitas pendidikan.
Rehabilitasi MTsN 1 Kota Bogor menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan nasional. Dengan progres pembangunan yang telah mencapai 95 persen, madrasah tersebut diharapkan dapat segera memberikan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan mendukung lahirnya sumber daya manusia unggul menuju Indonesia yang semakin maju.


