KITAINDONESIASATU.COM – Aksi duel maut antarremaja yang diduga dipicu saling ejek di media sosial berakhir tragis di kawasan Cilincing, Jakarta Utara. Seorang pelajar berinisial WS (16), tewas setelah mengalami luka bacok serius dalam perkelahian satu lawan satu yang terjadi pada Jumat (19/6) dini hari.
Peristiwa berdarah itu berlangsung di Jalan Kalibaru Timur, Kecamatan Cilincing, sekitar pukul 00.15 WIB. Korban yang masih duduk di bangku sekolah mengalami luka bacok pada bagian pangkal paha kiri dan sempat dilarikan oleh rekan-rekannya ke RSUD Cilincing. Namun nahas, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit.
Kapolsek Cilincing AKP Bobi Subasri mengungkapkan, hasil penyelidikan menunjukkan duel tersebut berawal dari perselisihan dan saling sindir antara korban dan pelaku melalui media sosial beberapa hari sebelumnya. Konflik itu kemudian memuncak setelah keduanya sepakat bertemu untuk menyelesaikan masalah dengan duel satu lawan satu.
Tak butuh waktu lama, Tim Gabungan Resmob dan Jatanras Polres Metro Jakarta Utara bersama Polsek Cilincing bergerak cepat memburu pelaku. Remaja berinisial IPS (14) akhirnya berhasil diamankan di kawasan Kalibaru, Cilincing.
Dari tangan pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti penting, mulai dari sebilah celurit lengkap dengan sarungnya, jaket hijau, celana panjang hitam, hingga rekaman video yang memperlihatkan detik-detik aksi pembacokan terhadap korban.
Saat ini, pelaku telah diamankan di Polsek Cilincing untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Penyidik masih terus mendalami seluruh rangkaian kejadian guna mengungkap fakta-fakta lain yang berkaitan dengan kasus tersebut.
Polisi menegaskan pengungkapan kasus ini menjadi bukti keseriusan aparat dalam memberantas tindak kekerasan yang melibatkan anak dan remaja. Masyarakat, terutama para orang tua, juga diminta meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak di media sosial agar konflik kecil tidak berubah menjadi tragedi yang merenggut nyawa.
“Jangan sampai perselisihan yang bermula dari media sosial berujung pada tindak kekerasan yang merenggut nyawa,” tegas AKP Bobi Subasri. (*)


