News

Berawal dari Iklan Facebook, Calon ABK Asal Garut Diduga Jadi Korban Penipuan di Muara Angke

×

Berawal dari Iklan Facebook, Calon ABK Asal Garut Diduga Jadi Korban Penipuan di Muara Angke

Sebarkan artikel ini
abk
Ilustrasi. Anak Buah Kapak.

KITAINDONESIASATU.COM – Nasib apes dialami seorang pemuda asal Garut, Jawa Barat, berinisial DS (24), yang diduga menjadi korban penipuan berkedok lowongan kerja anak buah kapal (ABK) kapal cumi di kawasan Muara Angke, Jakarta Utara. Berawal dari iklan menggiurkan di media sosial, DS justru mendapati sejumlah kejanggalan yang membuatnya merasa tertipu.

Kasus ini terungkap setelah korban melaporkan dugaan penipuan tersebut kepada pihak kepolisian. Kanit Reskrim Polsek Kawasan Sunda Kelapa, Iptu Indra Basuki, mengatakan bahwa para pelaku diduga menggunakan modus pemasangan iklan lowongan kerja di media sosial untuk menarik calon pekerja.

Dalam iklan tersebut, calon ABK dijanjikan gaji pokok sebesar Rp1,2 juta per bulan ditambah bonus berdasarkan hasil tangkapan selama melaut. Iming-iming yang ditawarkan cukup menggiurkan, mulai dari bonus Rp8.000 per kilogram cumi, Rp5.000 per kilogram ikan campur, hingga Rp7.000 per kilogram ikan tenggiri.

Tak hanya itu, calon pekerja juga dijanjikan kasbon sebesar Rp4 juta hingga Rp5 juta yang bisa diberikan kepada keluarga di kampung halaman atau digunakan sebagai pegangan sebelum berlayar. Tawaran tersebut membuat DS tertarik dan akhirnya mengirimkan lamaran kerja.

Setelah diterima, korban datang ke mess calon ABK di Muara Angke dan bertemu dengan pengurus mess berinisial A. Namun setibanya di lokasi, DS mulai mencium adanya kejanggalan. Uang kasbon yang dijanjikan ternyata tidak sesuai dengan informasi yang sebelumnya diterimanya.

Korban mengaku kecewa karena sejak awal tidak mendapat penjelasan transparan mengenai berbagai potongan biaya. Awalnya ia mengira pemotongan hanya untuk kebutuhan tertentu seperti rokok, namun ternyata ada tambahan biaya lain seperti makan, perjalanan, hingga biaya sponsor yang dibebankan kepadanya.

Situasi semakin memanas ketika ponsel milik korban disebut sempat disita oleh pihak pengelola mess. Merasa dirugikan dan tidak nyaman, DS kemudian menghubungi layanan darurat 110 untuk meminta bantuan.

Menindaklanjuti laporan tersebut, aparat Polsek Kawasan Sunda Kelapa langsung melakukan pengecekan ke lokasi. Hasil pemeriksaan menemukan adanya calon ABK yang merasa dirugikan akibat informasi lowongan kerja yang diduga menyesatkan dan disebarkan melalui akun Facebook.

Polisi kemudian membawa korban dan pemilik mess ke Polsubsektor Muara Angke untuk dimintai keterangan. Setelah dilakukan mediasi, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan tersebut secara kekeluargaan. Seluruh biaya perjalanan, makan, hingga tiket kapal menuju Dobo akhirnya ditanggung oleh pihak pemilik mess.

Korban pun dipulangkan dan dijemput oleh keluarganya. Meski demikian, polisi menegaskan penyelidikan terkait dugaan penipuan bermodus lowongan kerja ABK di media sosial masih terus dilakukan guna mengungkap kemungkinan adanya korban lain. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *