KITAINDONESIASATU.COM – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah militer AS melancarkan serangan terhadap sejumlah target di wilayah Iran.
Operasi yang disebut sebagai “serangan pertahanan diri” itu dilakukan atas perintah Presiden Donald Trump dan menandai eskalasi terbaru dalam konflik yang terus berkembang di kawasan Timur Tengah.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan bahwa pasukannya mulai melancarkan serangan tambahan terhadap beberapa target di Iran pada Rabu sore waktu setempat.
Washington mengklaim langkah tersebut merupakan respons atas tindakan agresif Iran yang dinilai terus berlanjut dalam beberapa pekan terakhir.
Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth sebelumnya juga mengonfirmasi bahwa Amerika akan menargetkan sejumlah fasilitas penting di Iran setelah upaya diplomasi dinilai tidak menghasilkan kemajuan berarti.
Menurutnya, operasi militer dilakukan untuk melemahkan kemampuan Iran sekaligus melindungi kepentingan Amerika Serikat dan sekutunya di kawasan.
Laporan sejumlah media internasional menyebutkan serangan tersebut terjadi setelah insiden jatuhnya helikopter Apache milik AS di dekat Selat Hormuz yang oleh Washington dikaitkan dengan tindakan Iran.

