KITAINDONESIASATU.COM – Nilai tukar rupiah akhirnya kembali menguat dan berhasil menembus level psikologis di bawah Rp18.000 per dolar Amerika Serikat pada perdagangan Rabu, 10 Juni 2026.
Penguatan ini menjadi kabar positif setelah mata uang Garuda sempat menyentuh titik terlemah dalam sejarahnya pada awal pekan.
Di pasar spot, rupiah menguat sebesar Rp114 atau 0,63 persen menjadi Rp17.944 per dolar AS. Sementara itu, kurs referensi Jisdor juga mencatat kenaikan signifikan sebesar Rp170 atau 0,94 persen ke posisi Rp17.971 per dolar AS.
Penguatan tersebut menandai dua hari berturut-turut rupiah berada di jalur positif.
Sentimen Positif Dorong Penguatan Rupiah
Pemulihan rupiah terjadi seiring membaiknya kepercayaan investor terhadap pasar keuangan Indonesia.
Sejumlah langkah yang dilakukan pemerintah dan otoritas terkait dinilai mampu memberikan keyakinan kepada investor asing sehingga tekanan terhadap aset domestik mulai mereda.
Selain rupiah, pasar keuangan nasional juga menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Imbal hasil obligasi pemerintah tenor 10 tahun berada di kisaran 7,26 persen, sementara indeks saham domestik mencatat penguatan dalam dua hari terakhir.




