News

Wisatawan Tapanuli Utara Ditemukan Nelayan di Laut Tulungagung

×

Wisatawan Tapanuli Utara Ditemukan Nelayan di Laut Tulungagung

Sebarkan artikel ini
tegulung ombak
Korban telanjang dada bersiap selfie dengan deburan ombak Pantai Kedung Tumpang Tulungagung, Jawa Timur. foto: tangkapan layar

KITAINDONESIASATU.COM – Masih ingat wisatawan asal Tapanuli Utara, Sumatera Utara yang hanyut di Pantai Kedung Tumpang, Kabupaten Tulungagung sepekan lalu.

Pemuda bernama Roni Josua Simanjuntak (21) warga Desa Ambar Salengkat, Kecamatan Sabungannihuta, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumut, hilang setelah selfie di depan deburan ombak, Minggu (13/10/2024).

Setelah peristiwa itu, korban masih sempat terlihat jatuh masuk ke bibir pantai dan terbawa ombak di antara batu karang pantai selatan Pulau Jawa, wilayah Kecamatan Pucang Laban, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.

Namun tak lama kemudian tubuh Roni terlihat tengkurap mengambang dan kemudian hilang ditelan ombak menjauh dari bibir Pantai Kedung Tumpang.

Setelah hilang beberapa hari akhirnya Tim SAR gabungan menemukan jenazah Roni Josua ditemukan mengapung di perairan Pantai Sioro, Desa Ngrejo, Kecamatan Tulungagung.

Kini jenazah Roni ditemukan mengambang di laut oleh nelayan pada Jumat (18/10/2024) sore sekitar pukul 16:30 WIB.

Melihat kejadian itu nelayan melaporkan ke petugas dan tim SAR gabungan langsung menuju lokasi penemuan jenazah dan melakukan evakuasi.

Jenazah korban dievakuasi oleh tim SAR melalui Pantai Popoh, kemudian mengevakuasi jenezah korban ke rumah sakit untuk identifikasi.

Kasi Humas Polres Tulungagung, Ipda Nanang Murdianto kepada wartawan di Tulungagung mengungkapkan identifikasi dilakukan untuk memastikan kebenaran jenazah dengan korban.

“Setelah dicocokan dengan ciri-ciri koban, ternyata identik dan benar jika jenazah itu cocok dengan korban yang hilang di Pantai Kedung Tumpang,” kata Ipda Nanang.

Seperti kita ketahui korban merupakan siswa kursus bahasa Inggris di Kampung Inggris, Pare, Kabupaten Kediri yang melakukan wisata ke Pantai Tumpang Tulungagungagung bersama teman-temannya, Minggu (13/10/2024).

Saat itu korban bersama beberapa orang temannya masuk ke dalam kedungan (lubuk) di antara batu karang, kemudian melakukan selfie di dalam kedung itu dengan latar belakang deburan ombak pantai Selatan Pulau Jawa.

Namun deburan ombak ternyata terlalku besar dan menghantam korban hingga korban terhempas dan dan terjatuh kemudian terseret gelombang deburan ombak hingga menghantam batu karang.

Korban pun terseret ke tengah laut dalam kondisi seperti tidak berdaya saat tumbuhnya mengambang di pinggir pantai dengan gelombang yang ganas.

Beberapa temannya hanya bisa menyaksikan situasi itu, tak bisa melakukan pertolongan lantaran ganas nya ombak pantai selatan kawasan Kedung Tumpang Tulungagung itu. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *