Sport

Merah Putih Berkibar di Praha, Atlet Kediri Raih Emas Bersejarah Panjat Tebing Dunia

×

Merah Putih Berkibar di Praha, Atlet Kediri Raih Emas Bersejarah Panjat Tebing Dunia

Sebarkan artikel ini
putra
Atlet Tebing asal Kediri, Putra Tri Ramadani, meraih medali emas nomor lead pada ajang World Climbing Series Praha 2026 di Praha, Ceko.

KITAINDONESIASATU.COM – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Kediri, Jawa Timur, dibuat bangga luar biasa setelah atlet panjat tebing muda andalan mereka, Putra Tri Ramadani, sukses mencetak sejarah dengan merebut medali emas dalam ajang bergengsi World Climbing Series Praha 2026 di Praha, Ceko.

Prestasi sensasional ini langsung mengharumkan nama Kota Kediri sekaligus Indonesia di panggung internasional. Bagian Humas KONI Kota Kediri, Rino Hayyu Setyo, menyebut keberhasilan Putra sebagai pencapaian luar biasa yang membuat publik Indonesia ikut bangga.

“Ini bukan sekadar kemenangan biasa. Putra berhasil membawa nama Kota Kediri dan Indonesia bersinar di dunia, khususnya pada nomor lead panjat tebing,” ujar Rino, Senin (8/6).

Putra memang bukan atlet sembarangan. Bakat besarnya sudah terlihat sejak memperkuat Kota Kediri hingga akhirnya dipanggil masuk Pelatnas Federasi Panjat Tebing Indonesia pada 2025. Kini, kerja kerasnya meledak di panggung dunia.

KONI Kota Kediri bersama Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) setempat pun menjadikan kemenangan Putra sebagai cambuk semangat untuk melahirkan atlet-atlet baru yang siap mengikuti jejak emasnya.

“Pembinaan terus kami genjot, termasuk lewat berbagai kejuaraan dan pencarian bakat. Harapannya akan muncul lebih banyak atlet hebat dari Kediri yang bisa menembus level internasional,” kata Rino.

Keberhasilan Putra juga dianggap sebagai bukti nyata bahwa pembinaan olahraga yang serius mampu melahirkan atlet kelas dunia. Sosok pemuda yang akrab disapa Srondeng itu kini menjadi inspirasi baru bagi generasi muda Indonesia untuk berani bermimpi besar.

Di balik kemenangan dramatis tersebut, Putra mengaku perjuangannya di final sangat berat. Ia harus menghadapi tujuh pemanjat elite dunia dalam duel sengit yang membuat tangannya nyaris tak kuat menahan rasa lelah.

“Ini final kedua saya dan emas pertama saya. Rasanya luar biasa bahagia karena jalur final sangat sulit, terutama di bagian atas. Emas ini jadi motivasi besar untuk terus mengharumkan nama Indonesia,” ujar Putra penuh haru.

Tak hanya soal teknik, Putra juga mengungkap masih punya pekerjaan rumah besar, terutama dalam membaca jalur dan mengatasi rasa grogi saat tampil di level dunia.

Dalam final World Climbing Series Praha 2026, Putra tampil menggila menghadapi deretan pemanjat top dunia seperti Sorato Anraku, Neo Suzuki, Satone Yoshida dari Jepang, Adam Ondra dari Ceko, Luka Potocar dari Slovenia, Filip Schenk dari Italia, hingga Jakob Schubert dari Austria.

Hebatnya, pemuda kelahiran 26 Oktober 2005 itu sukses mengunci skor 43 dan keluar sebagai juara dunia, mengalahkan Neo Suzuki yang meraih perak dengan skor 39 serta Jakob Schubert yang membawa pulang perunggu dengan skor 37.

Momen Putra berdiri di podium tertinggi sambil mengibarkan Merah Putih pun menjadi sejarah besar. Ia resmi menjadi atlet Indonesia pertama yang meraih medali emas nomor lead dalam sejarah World Climbing Series. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *