KITAINDONESIASATU.COM – Pemerintah mulai mempersiapkan implementasi pencampuran bioetanol sebesar 5% ke dalam bahan bakar minyak atau E5 atau Etanol BBM pada Semester II 2026.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan sudah ada tiga perusahaan yang diidentifikasi sebagai pemasok utama etanol fuel grade untuk mendukung program tersebut.
Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, mengatakan perusahaan tersebut memiliki kemampuan memproduksi bioetanol dengan kadar di atas 99 persen. Volume produksi nantinya akan ditentukan melalui keputusan menteri.
Beberapa perusahaan yang disebut siap memproduksi etanol fuel grade di antaranya:
- PT Indonesia Ethanol Industry di Lampung kapasitas 20.000 KL
- PT Madu Baru di Yogyakarta kapasitas 7.500 KL
- PT Indo Acidatama di Solo kapasitas 3.000 KL
- PT Energi Agro Nusantara di Jawa Timur kapasitas 30.000 KL
- PT Molindo Raya Industrial di Jawa Timur kapasitas 10.000 KL
Tahapan Implementasi Program Etanol BBM
Program E5 akan diterapkan lebih dulu di enam wilayah, yakni Jawa Timur, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, dan DIY. Pemerintah kemudian berencana memperluas cakupan wilayah secara bertahap hingga Bali dan Lampung.
Berikut tahapan implementasi bioetanol nasional:

