KITAINDONESIASATU.COM – Kasus dugaan pembakaran tiga santri di sebuah pondok pesantren di Desa Aik Darek, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, menggemparkan publik setelah video korban viral di media sosial. Peristiwa mengerikan itu diduga menewaskan satu santri dan membuat dua lainnya mengalami luka bakar serius.
Polres Lombok Tengah kini turun tangan mengusut dugaan aksi brutal tersebut usai menerima laporan resmi dari orang tua korban. Kasatreskrim Polres Lombok Tengah AKP Punguam Hutahaean mengatakan penyelidikan langsung dilakukan dengan memeriksa sejumlah pihak dan mengumpulkan bukti di lapangan.
Kasus ini mencuat setelah video memilukan salah satu korban beredar luas di Facebook. Dalam rekaman viral itu, korban tampak meringis kesakitan dengan tubuh penuh balutan perban saat dirawat di rumah sakit.
Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kota Mataram mengungkap ada tiga santri yang diduga menjadi korban penyiraman bahan bakar sebelum dibakar oleh sesama santri di lingkungan pondok pesantren tersebut.
“Dua korban mengalami luka bakar serius dan satu korban meninggal dunia,” ungkap Ketua LPA Kota Mataram Joko Jumadi.
Meski disebut terjadi pada November 2025, kasus ini kembali menyita perhatian publik setelah video korban tersebar luas dan memicu kemarahan warganet.
Polisi kini masih mendalami kronologi lengkap dan memastikan ada tidaknya unsur tindak pidana dalam tragedi yang mengguncang dunia pendidikan pesantren tersebut.(*)
