KITAINDONESIASATU.COM – Bupati Jember, Muhammad Fawait, menyoroti masih tingginya angka kemiskinan di Kabupaten Jember yang disebut berada di atas 200 ribu jiwa.
Pernyataan tersebut disampaikan saat peresmian kembali rute penerbangan Surabaya–Jember di Bandara Notohadinegoro pada Senin, 1 Juni 2026.
Menurut Fawait, kondisi ekonomi Jember dalam beberapa tahun terakhir belum berkembang secara optimal.
Salah satu faktor yang dinilai berpengaruh adalah terbatasnya konektivitas transportasi yang menghubungkan Jember dengan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur.
Akibatnya, mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta masuknya investasi dinilai belum berjalan maksimal.
Konektivitas Jadi Kunci Pemulihan Ekonomi Jember
Jember sebenarnya memiliki berbagai potensi unggulan yang dapat menjadi penggerak ekonomi daerah. Sektor pertanian, perkebunan, pendidikan, hingga pariwisata dinilai memiliki peluang besar untuk berkembang.
Namun, tanpa dukungan akses transportasi yang memadai, berbagai potensi tersebut sulit berkembang secara optimal.
Fawait menilai kondisi tersebut turut memengaruhi berbagai indikator ekonomi daerah. Dalam kurun waktu hampir satu dekade terakhir, pertumbuhan ekonomi Jember dianggap berjalan lambat dibandingkan sejumlah daerah lain di Jawa Timur.
Situasi itu kemudian berdampak pada masih tingginya angka kemiskinan yang menjadi tantangan utama pemerintah daerah.
Kembalinya penerbangan Surabaya–Jember diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat konektivitas wilayah.
