KITAINDONESIASATU.COM- Antusiasme masyarakat memadati kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) di Lapangan Sempur, Kota Bogor, Selasa 2 Juni 2026. Sejumlah komoditas pangan yang dijual dengan harga di bawah pasaran bahkan ludes dibeli warga.
Kegiatan bertema “GPM Hadir, Harga Stabil, Rakyat Senang” ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 sekaligus menyambut Road To Karya Kreatif Jawa Barat 2026.
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Bogor, Drh. Wina, M.A., mengatakan tingginya minat masyarakat menunjukkan program tersebut sangat dibutuhkan, terutama untuk mendapatkan bahan pangan berkualitas dengan harga terjangkau.
“Alhamdulillah kegiatan Gerakan pangan murah (GPM) hari ini sangat luar biasa, masyarakat sangat antusias untuk membeli pangan yang berkualitas dan terjangkau. bahkan banyak masyarakat yang kehabisan produk pangan, kami harapkan besok masyarakat kota Bogor yang belum bergabung bisa datang ke sini. termasuk tadi pesan dari pak wakil walikota untuk ASN wajib membeli produk-produk dari UMKM yang ada di kota Bogor terima kasih juga kepada teman-teman media atas supportnya kepada kami semoga kota Bogor menjadi semakin maju dan kokoh,” ujar Wina, saat di temui dilokasi, Selasa 2 Juni 2026.
Dalam kegiatan tersebut, DKPP Kota Bogor menghadirkan 23 stan yang menyediakan berbagai komoditas pangan kebutuhan pokok masyarakat serta produk pendukung lainnya, termasuk hasil kerajinan dan kuliner UMKM lokal.
“Disini kita ada 23 stand komoditasnya diutamakan untuk produk-produk pangan yang dibutuhkan masyarakat dan produk-produk pendukung lainnya karena juga produk-produk dari pengrajin dan bahan-bahan makanan kuliner lain,” jelasnya.
Harga yang ditawarkan dalam Gerakan Pangan Murah jauh lebih rendah dibandingkan harga pasaran. Salah satunya cabai merah dan cabai hijau yang dijual dengan harga Rp5.000. Sementara beras tersedia dalam berbagai pilihan, mulai dari beras SPHP hingga beras premium.
“Harganya jauh di bawah dilihat ada cabe merah cabe ijo itu hanya Rp5.000 kemudian beras harganya bervariasi tergantung dari merk mulai dari SPHP hingga untuk kualitas premium,” kata Wina.
Selain itu, minyak goreng merek Minyakita dijual seharga Rp15.500 per liter, lebih murah dibandingkan harga di tingkat warung yang dapat mencapai Rp18.000 per liter.
“Untuk harga minyakita aja 15.500 kalau di warung kan harga nya bisa 18.000 ribu per liter. Lumayan sekali harga nya berbeda makanya banyak yang memborong Disni,” ungkapnya.
Gerakan Pangan Murah berlangsung selama dua hari, mulai 2 hingga 3 Juni 2026, besok. DKPP Kota Bogor memastikan pasokan komoditas akan kembali disediakan pada hari berikutnya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang belum sempat berbelanja.
“Sampe produk habis nanti kita teruskan besok pagi,” pungkas Wina.

