KITAINDONESIASATU.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG memprediksi puncak musim kemarau 2026 di Indonesia akan terjadi pada bulan Agustus.
Kondisi cuaca panas mulai dirasakan di berbagai daerah sejak April, terutama di Pulau Jawa, dan diperkirakan meluas ke sejumlah wilayah lain hingga Agustus mendatang.
Menurut prakiraan BMKG, sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami musim kemarau dengan karakter lebih kering dibanding kondisi normal.
Fenomena tersebut diperkirakan berdampak pada sektor pertanian, ketersediaan air bersih, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan di beberapa daerah rawan.
Wilayah yang diprediksi mengalami puncak musim kemarau pada Agustus meliputi sebagian besar Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, serta beberapa wilayah di Sumatera dan Papua.
Sementara daerah lain diperkirakan memasuki puncak kemarau pada Juli dan September 2026.
BMKG Imbau Warga Waspadai Dampak Kekeringan
BMKG menjelaskan durasi musim kemarau tahun ini berbeda di setiap wilayah. Beberapa daerah diperkirakan mengalami kemarau lebih panjang dibanding rata-rata normal, terutama di wilayah Jawa bagian tengah dan barat.
Selain suhu udara yang meningkat, kondisi cuaca kering juga berpotensi memicu gangguan kesehatan akibat dehidrasi dan paparan panas berlebih.
Masyarakat diimbau mulai menghemat penggunaan air dan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar selama musim kemarau berlangsung.
