KITAINDONESIASATU.COM – Pelatih Morocco, Mohamed Ouahbi akhirnya buka suara soal keputusan mengejutkan mencoret bintang senior Sofiane Boufal dari skuad Piala Dunia 2026. Meski tampil cukup impresif bersama klub Prancis Le Havre AC, Boufal tetap harus gigit jari karena kalah saing di lini tengah Singa Atlas.
Ouahbi mengaku keputusan itu menjadi salah satu yang paling berat dalam kariernya. Bahkan, ia terang-terangan menyebut Boufal sebenarnya layak tampil di Piala Dunia jika dirinya diperbolehkan membawa skuad berisi 30 hingga 40 pemain.
“Berdasarkan performanya, dia pantas. Tapi saya harus membuat keputusan,” ujar Ouahbi seperti dikutip dari laman resmi FIFA.
Absennya Boufal langsung memicu sorotan tajam publik Maroko. Pasalnya, pemain berpengalaman itu merupakan salah satu sosok penting saat Maroko mencetak sejarah fantastis dengan menembus semifinal Piala Dunia 2022 di Qatar.
Namun Ouahbi punya alasan kuat. Ia menilai posisi nomor 10 yang biasa ditempati Boufal sudah penuh terisi pemain lain yang dinilai lebih cocok dengan skema barunya.
Tak hanya itu, pelatih 49 tahun tersebut kini mulai membangun era baru Timnas Maroko dengan memberi panggung bagi talenta muda, termasuk wonderkid 18 tahun Ayyoub Bouaddi yang digadang-gadang bakal jadi kejutan besar di Piala Dunia 2026.
Gelandang muda milik Lille OSC itu disebut langsung mencuri perhatian staf pelatih hanya dalam sesi uji coba singkat melawan Burundi. Ouahbi bahkan menyebut Bouaddi sebagai pemain yang sangat dewasa dan cepat memahami instruksi.
Kini Maroko bersiap menghadapi tantangan berat di Grup C Piala Dunia 2026 bersama Brazil national football team, Scotland national football team, dan Haiti national football team. Singa Atlas akan membuka perjuangan mereka dengan laga panas kontra Brasil yang diprediksi jadi salah satu duel paling menyita perhatian di fase grup. (*)


