Inovasi

Nezha-SeaDart Drone Mampu Manufer di Udara dan Air

×

Nezha-SeaDart Drone Mampu Manufer di Udara dan Air

Sebarkan artikel ini
drone
Inilah drone udara amphibi buatan Universitas Shaghai Jiao Tong, Tiongkok. foto: techno-scince.net

KITAINDONESIASATU.COM – Universitas Zhejiang, Tiongkok, baru-baru ini meluncurkan drone otonom yang inovatif bernama Nezha-SeaDart.

Drone ini dapat beroperasi di udara dan bawah air.

Drone ini merupakan kendaraan hibrida yang mampu melakukan lepas landas dan mendarat secara vertikal (VTOL), serta menyelam dan terbang dengan efisien.

Uji coba di Thousand Islands Lake menunjukkan kemampuannya dalam misi lintas domain, menjadikannya ideal untuk aplikasi militer dan penelitian ilmiah.

Kendaraan inovatif ini merupakan pengembangan dari Nezha-IV, sebuah HAUV lain yang telah terbukti tangguh dalam berbagai uji coba, termasuk operasi dalam kondisi laut yang buruk.

Nezha-IV dapat beroperasi di kedalaman hingga 50 meter, melayang di udara selama 15 menit, dan melaju dengan kecepatan 10 m/detik untuk jarak lebih dari 7 kilometer.

Salah satu fitur yang paling menonjol dari Nezha-SeaDart adalah teknologi kontrol otonomnya, yang memungkinkan untuk digunakan dan dioperasikan dari jarak jauh.

Teknologi ini memungkinkan HAUV diluncurkan dari anjungan darat atau lepas pantai, menavigasi ke area target secara mandiri, melakukan misinya, dan kembali ke titik pemulihan yang ditentukan, sehingga meminimalkan campur tangan manusia dan biaya operasional.

Teknologi ini diharapkan dapat merevolusi berbagai industri, termasuk pemantauan lingkungan dan pencarian serta penyelamatan.

Sebelumnya Nezha-SeaDart telah diuji coba selama 10 hari di Danau Seribu Pulau, Provinsi Zhejiang, Tiongkok.

Uji coba ini bertujuan untuk memastikan kemampuannya melakukan operasi lintas lingkungan antara darat, laut, dan udara dengan lancar.

Nezha-SeaDart memiliki beberapa keunggulan utama dibandingkan pesawat amfibi lainnya.

Kemampuan Menyelam: Nezha-SeaDart dapat menyelam dengan kecepatan tinggi, beroperasi di bawah air, dan kembali terbang tanpa hambatan, fitur yang tidak dimiliki oleh kebanyakan pesawat amfibi.

Desain Hibrida: Kendaraan ini menggabungkan teknologi VTOL (lepas landas dan mendarat vertikal) dengan kemampuan navigasi bawah air secara otonom, menggunakan kombinasi baling-baling dan pendorong.

Fleksibilitas
Nezha-SeaDart dapat diluncurkan dari berbagai platform dan melakukan misi secara otomatis, mengurangi kebutuhan intervensi manusia.

Keunggulan-keunggulan ini menjadikan Nezha-SeaDart sangat inovatif untuk berbagai aplikasi, termasuk penelitian kelautan dan operasi penyelamatan. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *