KITAINDONESIASATU.COM – Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia terus mematangkan seluruh persiapan menjelang puncak ibadah haji di kawasan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) yang tinggal hitungan hari.
Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa berbagai skenario pelayanan hingga langkah mitigasi di lapangan telah diperkuat untuk memastikan jemaah haji Indonesia dapat menjalankan rangkaian ibadah dengan aman, tertib, dan nyaman.
“Ini tinggal dua hari lagi menuju puncak haji atau Armuzna. Kami sudah mempersiapkan secara maksimal berbagai langkah antisipasi dan mitigasi atas potensi kendala yang bisa terjadi,” ujarnya di Makkah, dikutip Sabtu (23/5).
Salah satu fokus utama pemerintah saat ini adalah penataan tenda jemaah di kawasan Mina. Petugas dikerahkan untuk memastikan seluruh penempatan dilakukan secara lebih tertib, mulai dari pembagian berdasarkan kloter, daerah asal, hingga pendataan berbasis nama atau by name.
“Kami memastikan penertiban tenda berjalan baik agar semua jemaah mendapatkan tempat sesuai kebutuhan. Saat ini tim sedang melakukan pengecekan detail, mulai dari kloter hingga identitas jemaah secara langsung,” jelasnya.
Dahnil menegaskan bahwa seluruh pergerakan jemaah pada fase puncak haji harus berada dalam koordinasi penuh Kementerian Haji dan Umrah. Ia juga mengingatkan agar KBIHU serta seluruh pihak terkait mematuhi aturan demi menjaga ketertiban dan keselamatan jemaah.
“KBIHU harus tertib, karena pelaksana utama penyelenggaraan haji adalah Kementerian Haji dan Umrah. Semua pihak wajib mengikuti aturan yang ditetapkan,” tegasnya.
Ia bahkan menegaskan pemerintah tidak akan ragu memberikan tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang melanggar aturan dan berpotensi merugikan jemaah, termasuk pencabutan izin operasional.
Lebih lanjut, Dahnil menyebut penyelenggaraan haji tahun ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas layanan bagi jemaah, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar pelayanan haji benar-benar berfokus pada kenyamanan dan kebutuhan jemaah sebagai tamu Allah.
“Pesan presiden jelas, kami ini melayani mimpi besar umat Islam. Setiap muslim ingin naik haji, dan tugas kami memastikan itu berjalan dengan baik,” pungkasnya. (*)



