KITAINDONESIASATU.COM – Sebuah penelitian terbaru dari Amerika Serikat mengungkapkan dampak buruk lain dari kebiasaan mengonsumsi makanan ultra-olahan yang jarang disadari orang.
Selain memicu obesitas, diabetes, dan penyakit jantung, konsumsi berlebih jenis makanan ini terbukti menyebabkan lemak menumpuk di dalam otot tubuh, terutama di area paha depan.
Hal itu dipastikan akan meningkatkan risiko kekakuan lutut, radang sendi, hingga penurunan kemampuan bergerak seiring bertambahnya usia.
Penelitian yang dimuat dalam jurnal Radiology ini menemukan bahwa orang yang sering mengonsumsi makanan olahan seperti camilan asin, minuman manis, makanan kemasan, dan makanan cepat saji memiliki persentase lemak yang lebih tinggi di dalam ototnya.
Yang paling mencolok, kondisi ini terjadi terlepas dari berat badan total, jumlah kalori yang dikonsumsi, maupun seberapa rutin seseorang berolahraga.
Bagaimana Makanan Olahan Merusak Otot dan Sendi?
Dalam penelitian ini, para ilmuwan membagi lemak di area otot menjadi dua jenis: lemak yang tersimpan di dalam serat otot itu sendiri, dan lemak yang menumpuk di sela-sela otot.
Sebenarnya, jumlah lemak dalam kadar terbatas adalah hal yang normal bagi tubuh. Namun jika jumlahnya berlebih, dampaknya sangat merugikan.



