KITAINDONESIASATU.COM – Pemerintah Indonesia akhirnya buka suara soal nasib warga negara Indonesia yang ditangkap pasukan Israel saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza.
Menteri Hukum, Supratman Andi Agtas, menegaskan bahwa negara tidak akan tinggal diam dan siap turun tangan penuh demi menyelamatkan para WNI tersebut.
“Percayalah bahwa negara pasti hadir dan bertanggungjawab terhadap keselamatan warga negara kita di luar negeri,” ujar Supratman, di Jakarta, Rabu (20/5).
Kasus ini langsung menyita perhatian nasional setelah diketahui total sembilan WNI menjadi korban penangkapan dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang disergap pasukan Israel di perairan menuju Gaza.
Yang membuat publik makin geger, tiga di antara WNI yang ditangkap ternyata merupakan wartawan media nasional. Mereka adalah Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo yang sedang menjalankan tugas jurnalistik.
Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia kini bergerak cepat melakukan koordinasi dengan negara-negara sahabat di Timur Tengah demi memastikan keselamatan seluruh WNI.
Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkap Indonesia telah meminta bantuan diplomatik kepada sejumlah negara yang warganya juga mengalami kejadian serupa, termasuk Yordania dan Turki.
Tak hanya fokus pada kasus di Gaza, pemerintah juga memastikan perlindungan terhadap WNI awak kapal MT Honour 25 yang dibajak di perairan Somalia pada April lalu.
Menurut Kemlu, seluruh WNI korban pembajakan saat ini dalam kondisi sehat, kebutuhan logistik tercukupi, dan hak gaji mereka tetap dibayarkan. (*)
