KITAINDONESIASATU.COM – BMKG menyebut sejumlah wilayah di bagian selatan Jawa Tengah mulai menunjukkan tanda-tanda memasuki musim kemarau berdasarkan perkembangan curah hujan pada Mei 2026.
Kondisi tersebut terlihat dari menurunnya intensitas hujan di beberapa daerah dalam dua dasarian terakhir.
Beberapa wilayah di Kabupaten Cilacap tercatat mengalami curah hujan di bawah ambang batas musim hujan.
Kondisi itu menjadi indikator awal perubahan musim yang mulai terjadi di wilayah selatan Jawa Tengah.
BMKG menjelaskan musim kemarau ditetapkan ketika suatu daerah mengalami curah hujan kurang dari 50 milimeter per dasarian selama tiga periode berturut-turut.
Meski memasuki musim kemarau, hujan masih berpotensi turun dengan intensitas yang lebih rendah dibanding musim hujan.
Potensi Kekeringan Mulai Diantisipasi
Wilayah yang mulai menunjukkan tanda kemarau antara lain Kecamatan Binangun, Kroya, Maos, Kesugihan, hingga Sidareja di Kabupaten Cilacap.
Jika curah hujan pada akhir Mei tetap rendah, daerah tersebut diperkirakan resmi memasuki awal musim kemarau.
Sementara itu, beberapa kawasan lain seperti Dayeuhluhur, Majenang, dan Cimanggu masih mencatat curah hujan cukup tinggi sehingga masih tergolong musim hujan.
BMKG juga memperkirakan sifat musim kemarau tahun 2026 di wilayah selatan Jawa Tengah berada di bawah normal.
