KITAINDONESIASATU.COM – Pemerintah Kota Surabaya segera mengumumkan hasil uji laboratorium terkait dugaan keracunan massal yang dialami ratusan siswa usai mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pemeriksaan dilakukan terhadap makanan yang diproduksi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bubutan Tembok Dukuh setelah muncul laporan siswa mengalami gangguan kesehatan.
Wali Kota Eri Cahyadi menegaskan bahwa sanksi tegas harus diberikan apabila hasil laboratorium membuktikan makanan MBG menjadi penyebab keracunan para siswa.
Pemerintah daerah juga meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap operasional SPPG yang terlibat dalam penyediaan makanan program tersebut.
Pemkot Soroti Sertifikat Higiene MBG dan Sanitasi SPPG
Selain menunggu hasil laboratorium, Pemkot Surabaya menyoroti pentingnya kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi seluruh SPPG yang beroperasi.
Pemerintah kota menilai pengawasan terhadap standar keamanan pangan perlu diperketat untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Pemkot juga meminta koordinasi lebih terbuka terkait pendataan lokasi serta jumlah SPPG di Surabaya.

